
“Bukan orang Bekasi namanya kalau dia tidak kenal KH. Noer Ali“. ya itu adalah ungkapan yang sering saya dengar dari para orang tua dulu. Sosok beliau sangat terkenal dimata orang bekasi karena ia menjadi ikon kebanggaan masyarakat betawi (khususnya di Karawang-Bekasi) pada masa revolusi. Beliau terkenal dengan sebutan “Singa Karawang Bekasi” atau ada juga yang menyebutnya “si Belut Putih”.Saya memang tidak banyak tau tentang sejarah beliau. Saya hanya dapat kisahnya dari para orang tua. Beliau adalah seorang ulama dan pemimpin pada zaman revolusi.
Kembali ke KH. Noer Ali, selain berjuang melawan penjajah beliau juga memiliki pesantren At- Taqwa yang berpusat di Kampung Ujung Harapan (dulu bernama Ujung malang) . Kini pesantren tersebut sudah memiliki lebih dari 50 Cabang. Dan saya adalah orang yang termasuk salah satu santri dicabangnya (At- Taqwa VIII). Cerita perjuangan beliau begitu banyak yang saya dapatkan baik dari para orang tua maupun guru (ceritanya seperti film-film kolosal ^_^). Ia selalu bisa lolos/menghilang ketika ditangkap belanda (mungkin karena itu kali ya dia berjuluk si belut putih), meriam-meriam belanda yang tidak bisa meledak, murid-muridnya yang kebal peluru karena amalan wirid dan ratibnya, dll. Beliau juga sangat terkenal di mata masyarakat non muslim karena sikap tolerannya, hal itu dibuktikan ketika beliau sangat melindungi masyarakat tiong hoa yang non Muslim dari penjajah Belanda.
Alhamdulillah pada 9 November 2006 akhirnya ia diangkat menjadi pahlawan Nasional, pemerintah RI menganugerahi gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Bintang Maha Putra Adipradana.
Berikut sekilas dari biografinya
“Singa Karawang-Bekasi”
Sebagaimana biografi yang ditulis Ali Anwar, Noer Ali lahir tahun
1914 di Kp. Ujungmalang (sekarang menjadi Ujungharapan),
Kewedanaan Bekasi, Kabupaten Meester Cornelis, Keresidenan
Batavia. Ayahnya bernama H. Anwar bin Layu, seorang petani dan
ibunya bernama Hj. Maimunah binti Tarbin.
Meskipun ayahnya hanya sebagai petani, namun karena kemauan
keras untuk menuntut ilmu, Noer Ali pergi ke Mekah dengan
meminjam uang dari majikan ayahnya yang harus dibayar dicicil
selama bertahun-tahun. Selama enam tahun (1934-1940) Noer Ali
belajar di Mekah.
Saat di Mekah, semangat kebangsaannya tumbuh ketika ia merasa
dihina oleh pelajar asing yang mencibir: “Mengapa Belanda yang
negaranya kecil bisa menjajah Indonesia. Harusnya Belanda bisa
diusir dengan gampang kalau ada kemauan!”. Noer Ali pun “marah”
dan menghimpun para pelajar Indonesia khususnya dari Betawi
untuk memikirkan nasib bangsanya yang dijajah. Ia diangkat
teman-temannya menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Betawi di
Mekah (1937).
Sekembalinya ke tanah air, Noer Ali mendirikan pesantren di
Ujungmalang. Ketika Indonesia merdeka, ia terpilih sebagai Ketua
Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Cabang Babelan.
Tanggal 19 September 1945 ketika diselenggarakan Rapat Raksasa
di Lapang Ikada Jakarta, Noer Ali mengerahkan massa untuk hadir.
Dalam mempertahankan kemerdekaan, ia menjadi Ketua Lasykar
Rakyat Bekasi, selanjutnya menjadi Komandan Batalyon III
Hisbullah Bekasi. Bung Tomo saat itu dalam pidato-pidatonya
dalam Radio Pemberontak menyebutnya sebagai Kiai Haji Noer Ali
sehingga selanjutnya ia dikenal sebagai K.H. Noer Ali.
Peranan pentingnya muncul ketika terjadi Agresi Militer Juli 1947.
K.H. Noer Ali menghadap Jenderal Oerip Soemohardjo di
Yogyakarta. Ia diperintahkan untuk bergerilya di Jawa Barat dengan
tidak menggunakan nama TNI.
K.H. Noer Ali pun kembali ke Jawa Barat jalan kaki dan mendirikan
serta menjadi Komandan Markas Pusat Hisbullah-Sabilillah
(MPHS) Jakarta Raya di Karawang. Saat itu, Belanda menganggap
tentara Republik sudah tidak ada. Noer Ali meminta rakyat
Rawagede untuk memasang ribuan bendera kecil-kecil dari kertas
minyak ditempel di pepohonan.
Tentara Belanda (NICA) melihat bendera-bendera itu terkejut
karena ternyata RI masih eksis di wilayah kekuasaannya. Belanda
mengira hal itu dilakukan pasukan TNI di bawah Komandan Lukas
Kustaryo yang memang bergerilya di sana. Maka pasukan Lukas diburu dan karena tidak berhasil menemukan pasukan itu, Belanda
mengumpulkan rakyat Rawagede sekitar 400 orang dan kemudian
dibunuh. Peristiwa ini membangkitkan semangat rakyat sehingga
banyak yang kemudian bergabung dengan MPHS.
Kekuatan pasukan MPHS sekitar 600 orang, malang melintang
antara Karawang dan Bekasi, berpindah dari satu kampung ke
kampung lain, menyerang pos-pos Belanda secara gerilya. Di situlah
K.H. Noer Ali digelari “Singa Karawang-Bekasi”. Ada juga yang
menyebutnya sebagai “Belut Putih” karena sulit ditangkap musuh.
Sebagai kiai yang memiliki karomah, Noer Ali menggunakan tarekat
untuk memperkuat mental anak buahnya. Ada wirid-wirid yang
harus diamalkan, namun kadang-kadang anak buahnya ini tidak taat.
Tahun 1948 Residen Jakarta Raya mengangkat K.H. Noer Ali
sebagai Koordinator Kabupaten Jatinegara. Ketika terjadi Perjanjian
Renville, semua pasukan Republik harus hijrah ke Yogyakarta atau
ke Banten. Ia hijrah ke Banten melalui Leuwiliang, Bogor. Di
Banten, MPHS diresmikan menjadi satu baltalyon TNI di
Pandeglang. Saat akan dilantik, tiba-tiba Belanda menyerbu. Noer
Ali pun bersama pasukannya bertempur di Banten Utara sampai
terjadinya Perjanjian Roem-Royen.
Dalam Konferensi Meja Bundar yang mengakhiri Perang
Kemerdekaan 1946-1949, Noer Ali diminta oleh Mohammad Natsir
membantu delegasi Indonesia. Selain itu, ia pun masuk ke luar hutan
untuk melakukan kontak-kontak dengan pasukan yang masih
bertahan. Ketika pengakuan kedaulatan ditandatangani Belanda,
MPHS pun dibubarkan. Jasa-jasanya selama masa perang
kemerdekaan dihargai orang termasuk oleh A.H. Nasution, yang
menjadi Komandan Divisi Siliwangi waktu itu. Kemudian
dimulailah perjuangan K.H. Noer Ali dalam mengisi kemerdekaan
melalui pendidikan maupun melalui jalur politik.
Pemikiran Noer Ali untuk memajukan pendidikan di negeri ini,
sebenarnya sudah dimulai sejak ia mendirikan pesantren sepulang
dari Mekah. Setelah merdeka, peluang lebih terbuka. Tahun 1949, ia
mendirikan Lembaga Pendidikan Islam di Jakarta. Selanjutnya
Januari 1950 mendirikan Madrasah Diniyah di Ujungmalang dan
selanjutnya mendirikan Sekolah Rakyat Indonesia (SRI) di berbagai
tempat di Bekasi, kemudian juga di tempat lain, hingga ke luar
Jawa.
Di lapangan politik, peran Noer Ali memang menonjol. Saat Negara
RIS kembali ke negara kesatuan, ia menjadi Ketua Panitia Amanat
Rakyat Bekasi untuk bergabung ke dalam NKRI. Tahun 1950, Noer
Ali diangkat sebagai Ketua Masyumi Cabang Jatinegara.
Tahun 1956, ia diangkat menjadi anggota Dewan Konstituante dan
tahun 1957 menjadi anggota Pimpinan Harian/Majelis Syuro
Masyumi Pusat. Tahun 1958 menjadi Ketua Tim Perumus
Konferensi Alim Ulama-Umaro se-Jawa Barat di Lembang
Bandung, yang kemudian melahirkan Majelis Ulama Indonesia Jawa
Barat.
Tahun 1971-1975 menjadi Ketua MUI Jawa Barat. Di samping itu,
sejak 1972 menjadi Ketua Umum Badan Kerja Sama Pondok
Pesantren (BKSPP) Jawa Barat. Dalam perkembangan selanjutnya,
ia bersikap sebagai pendamai, tidak pro satu aliran. Dengan para kiai
Muhammadiyah, NU, maupun Persis, ia bersikap baik.***
- Prof. Dr. Nina H. Lubis, M.S. adalah Guru Besar Ilmu Sejarah
Fak. Sastra Unpad/Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan
Kebudayaan Lembaga Penelitian Unpad/Ketua Masyarakat
Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat.*
info lengkap dapat dibaca di:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2006/11/09/1225.html
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/112006/09/0105.htm


ko, fotonya ga ada ya ? jadi pengen liat…
By: anonymous on January 4, 2007
at 3:36 am
sudah saya tampilkan fotonya
By: qomar on May 31, 2007
at 5:57 am
gileee,,,,keren,,keren,,,saluuutt deeeh
lebih rajin lg ya cari biografi2 pahlawan yg lainnya
By: Novi on May 31, 2007
at 9:15 am
Al-Hamdulillah puji syukur kehadiral Alloh SWT, Pak Kyai sudah mendapatkan gelar kepahlawan akan tetapi seorang Kyai, Ulama, Guru ternyata memang Pak Kyai ga pernah minta gelar kepahlawanan itu. adanya penghargaan ini jelas bahwa perjuangan beliau tidak sia2 dan saya sebagai salah satu muridnya turut bersykur dan bergembira mempunyai sosok kyai & guru seperti Beliau, semoga Alloh SWT senantiasa memberikan penghargaan Dunia Akhirat kepada beliau. Amin
NB : Klo bisa kirim fotonya donk, ane kangen sama pak kyai
Salam,
ubaidillah
By: ubaidillah on September 3, 2007
at 4:42 am
terima kasih atas kunjungan sdr. ubaidillah ke blog saya.
dimata masyarakat, beliau sangat terkenal sifat tawadhu’nya. Salah satu ucapan beliau yang saya ingat adalah”…kalau mau belajar fiqih belajarlah dengan habib A, kalau mau belajar tauhid belajarlah dengan kyai B, kalau mau belajar bahasa arab belajarlah dengan ustadz C, belajarlah kepada mereka semua karena saya tidak semua menguasai ilmunya….” Subhanallah betapa tawadhunya beliau meski dikenal sebagai ulama besar namun beliau tetap menghormati ulama-ulama lain.
Jadi memang benar bahwa gelar kepahlawanan itu sama sekali bukan beliau yang minta, gelar itu setau saya di usulkan oleh pemkot Bekasi kepada pemerintah pusat.
Beda ma orang sekarang, jangankan gelar pahlawan, untuk memburu gelar guru besar di Universitas aja mereka ngejar setoran ngarang buku sebanyak-banyaknya.
apalagi jika yang titelnya se ‘gambreng’ ga disebutin gelarnya aja mereka ngambek
By: Qomar Fauzie on September 5, 2007
at 10:36 am
good_good_good
By: opan on October 3, 2007
at 3:54 am
ass, saya salut ternyata orang babelan ada jg yang jadi pahlawan nasional yaaa, saya bangga dengan perjuangan pak noer alie.
By: wong_babelan on October 3, 2007
at 4:01 am
tentu saya bangga dengan pengangkatan beliau, sekaligus saya prihatin. apakah anda sadar bahwa banyak orang tiba2 berbicara membawa2 nama beliau, tiba2 nama KH Noer Alie menjadi buah bibir seklaigus aset pemerintah. maaf jika saya berkata bahwa pengangkatan beliau akan mensejahterakan masyarakat, it’s totally bullshit!!!! kalau anda berziarah ke makam beliau, perubahan paling mendasar cuma lampu jalan ke lokasi komplek putri – tempat makam beliau – menjadi lebih terang, tapi kalo kita bicara soal sarana transportasi, hm….. no comment, u better try by yourself. contoh paling sederhana, pengangkatan beliau ternyata berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat babelan, saya rasa statistik tidak diperlukan disini. bukan berarti saya tidak senang dengan pengangkatan beliau, tapi sayang rasanya nama beliau dipergunakan oleh mereka yang tidak pernah mengenal beliau dan hanya mengejar kepentingan pribadi
By: umam noer on November 16, 2007
at 2:28 am
ya akhi umam, saya tidak ada maksud apa-apa ketika saya memposting profil beliau di blog ini apalagi untuk mengejar kepentingan pribadi
Profil beliau saya tampilkan di blog ini hanya karena bentuk rasa cinta saya terhadap para ulama khususnya beliau
mengenai masalah kesejahteraan masyarakat disana kita juga tau deh gimana kondisinya. Untuk memperbaikinya diperlukan usaha dari semua pihak, kita jangan selalu mengandalkan pemerintah (emangnya kalo ada tokoh yang jadi pahlawan Nasional masyarakat sekitarnya jadi makmur di bagi-bagiin duit gitu??? u tau sendirilah gimana pemerintah itu….) . Kita semua kalo ingin sukses ya harus kerja keras dan bekerjasama ya pemerintahnya ya tokoh masyarakatnya ya pola pikir masyarakatnya dll.
By: Qomar Fauzie on November 16, 2007
at 6:32 am
fotonya kurang banyak, tambahin lagi donk!
By: NAS on November 17, 2007
at 5:52 am
udah tuh bos
By: Qomar Fauzie on November 19, 2007
at 10:50 am
AsSaLamu Alaikum.
Fotonya kurang GEDE dan Kurang banyak, foto waktu mudanya ada ngga???.
Was Salam
By: MIA on February 6, 2008
at 3:31 pm
“Bukan Orang Bekasi kalau ngga kenal dengan KH.M.Noer Ali…”
Saya tau, dan dengar bayak tentang beliau. saya juga lihat Filmnya yang ngga begitu lama tampil di bioskop serta berbagai cerita seputar film tersebut. saya hanya anak kuliahan yang sangat ingin tau tentang sejarah kota bekasi dan pelopor serta pejuang dibelakangnya. bisa tolong ceritakan tentang H.MOH.HUSEIN KAMALY ?? karna saya tau, beliau juga punya andil yang sangat besar pada sejarah berdirinya kota bekasi. trims
By: Just_Dhee on February 18, 2008
at 11:17 am
Insya Allah jika ada info lengkap saya akan share dengan teman-teman
By: Qomar Fauzie on February 20, 2008
at 8:54 am
Ass. Subhanallah…. sy baru kali pertama membuka situs ini, sy sngat terharu membaca biografi dan perjuangan KH. Noer Ali dan Alhamdulillah beliu dianugrahi gelar Pahlawan Nasional, krn sy adalah salahsatu alumnus Ponpes At-taqwa putra Ujung harapan bahagia walaupun tdk sampai tamat, pernah satu ketika (thn. 1989, hari dan tgglnya sy lupa) waktu itu sambil menunggu waktu shalat dzhuhur tiba, sy duduk2 ditangga dekat kolam wudhu masjid (wktu itu ada semacam empang/kobakan dibelakang masjid), disaat sy sdng melamun, tiba-tiba ada yg memegang kepala sy, sy menoleh… dan alangkah kaget sekali sy karna yg memegang kepala sy td ternyata Almaghfur KH. Noer Ali, sy masih ingat dia bilang ke sy ” Lagi ngapain lu tong? Belajar yang bener ya… gua do’ain”. Sy sngt menyesal dan sedih kalau teringat itu semua, kenapa sy tidak sampai lulus mondok disana, penyesalan tdk berguna, Insya Allah sy selalu berdo’a semoga beliu diterima amal ibadahnya….aminnnnn.
Tolong mas Qomar klu punya foto Almaghfur sama alamat alumni At-taqwa kirim ke email sy (ichsan.ruyani@yahoo.com).. trmkash…. Wass…
By: Ichsan Ruyani on May 9, 2008
at 9:16 am
yUph..yUph…nO cOmmEnt dGn smW yg tLah terJadi..apA Lah aRtinya bEkasi punYa tOkoh PahLawan NasionaL kLo tOh wOng bEkasi gK biSa mELanjutKAn perJuangan iTu… bUkan denGan pERang fiSik, bUt eHmMp..poLa fiKir kiTa mAsih teRjajAh kaLee.. mSih bAnyAk yG sUka gK nyaDar sYeh…sYape biLang skULL tinggI (tP sOmbOng dGn iLmu yg dBrikAn) biSa ngJamin hidup lebih wOnderful..(eHmPp..)?caPpe deyh..dO aCtiveLy think crEatiF, think inovatif, tHink pOsitiF..n Gk sOmbong…tOp dEyh..hehhehe..
By: dEe... on May 26, 2008
at 4:28 am
hi..dee thanks for your comment
By: Qomar Fauzie on June 2, 2008
at 12:29 pm
ass…
aQ Mia mahasiswa UNESA Surabaya.AQ tau KH>Noer Ali dr cerita teman.TemanQ da di ponpes at-taQwa.karena penasaran jd aQ browsing di internet.Ternyata beliau hebat bgt ya…
By: mia on June 21, 2008
at 5:04 am
Assalamu’alaikum. salam kenal dari ana,ana sangat berterima kasih atas situs ini yang mana sudah memuat profil tentang AL Waliyullah Syeikh KH. Noer Ali. karena beliau seorang yang benar-benar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. ana bangga kepada beliau yang sudah mau menegakkan ajaran ISLAM dikalangan masyarakat banyak. dan ana berterima kasih kepada Qomar Fauzie melalui situs ini ana bisa mendapatkan profil sekaligus foto beliau. ana ucapkan sukron katsir wa antum bikhoir
By: Ahmad Fauzi AL Hamkee Annur on June 26, 2008
at 3:12 pm
oh ya akhi ana lupa kasih tau ternyata KH. Noer Ali dikenalbukan di indonesia saja ternyata beliau dikenal sampai manca negara. ana mohon kalau ada berita penting jangan lupa kasih tau ana ya wa kirim ke e-mail ana ya. sukron katsir
By: Ahmad Fauzi AL Hamkee Annur on June 26, 2008
at 3:15 pm
sama-sama bang Ahmad Fauzi, salam kenal dari saya
By: Qomar Fauzie on June 29, 2008
at 5:14 pm
Assalamu’alaikum Hai ikhwan / akhwat saya mau informasi gimana caranya kita atau saya pengen tau situasi di kota bekasi khususnya di desa kali ilir kelurahan medan satria kalan pejuang terima kasih waaalaikum salam atau tau websetnya.
By: alwadudu on July 5, 2008
at 11:38 pm
Untuk para santri dan siapapun yang mau mengetahui lebih lengkap tentang sisik-melik KH Noer Alie, silakan klik di blog http://noeralie.wordpress.com.
salam,
ali anwar
By: Noer Alie on July 16, 2008
at 7:58 am
koq gak ada tgl lhrnya??????????????????? tp udh GgGOoOoOoOoDdDdDdDd !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
pokok nya TOP BGT LAH !!!!!!!
By: indah on August 20, 2008
at 8:40 am
saya bangga banget loh dengan gelar pahlawan nasional yang diberikan kepada allah yarham guru besar kami kh.noer ali
By: a.rosyidiag on September 4, 2008
at 5:41 am
alumni attaqwa 1998 faradise girang banget tokoh idola dari semua jebolan attaqwa engkong kh.noer ali diangkat menjadi pahlawan nasional semoga benih-benih ilmu yang beliau tancapkan dihati kami menjadi ladang pahala yang berlipat ganda.aamin.nb:ayo kita dateng bersame2x dalam acara halal bihalal alumni attaqwa kalau memang kite cinta engkong kyai noel ali
By: a.rosyidiag on September 4, 2008
at 5:49 am
hebat artikelnya…
kira2…ga ada yg menuliskan mengenai Lukas Kustaryo?
dia kan juga berjuan diwilayah yg sama dengan KH. Noer Ali…
kalau ada yg punya data mengenai Kaptn.TNI Lukas Kustaryo…saya mao dunks….
tq yah….
mds_manrihu@yahoo.co.id
By: cucu_wikana on October 26, 2008
at 11:40 am
subhanallah banget baca profilnya, makin bangga aje nih jadi orang bekasi….
By: bhulux on November 3, 2008
at 8:33 am
“Bukan Orang Bekasi kalau ngga kenal dengan KH.M.Noer Ali…”
Saya tau, dan dengar bayak tentang beliau. saya juga lihat Filmnya yang ngga begitu lama tampil di bioskop serta berbagai cerita seputar film tersebut. saya hanya anak kuliahan yang sangat ingin tau tentang sejarah kota bekasi dan pelopor serta pejuang dibelakangnya. bisa tolong ceritakan tentang H.MOH.HUSEIN KAMALY ?? karna saya tau, beliau juga punya andil yang sangat besar pada sejarah berdirinya kota bekasi. trims
iyaah… bener kate si just_dhee… Klo ada History tentang H.Moh.HUSEIN KAMALY, boleh donk kasih tau, yg ane tau beliau sudah mendapatkan gelar pahlawan juga oleh Ir. Soekarno (presiden RI) pd waktu itu. btw.. klo ada tentang sejarah tugu bekasi yg di jl.KH. Agus salim…. kayaknya punya nilai sejarah juga tuh
By: Kazone on November 3, 2008
at 4:47 pm
Ass.Allahuakbar
Begitu ngilu hati ini dengan membaca dan menbuka profile beliau di pertama kali. mungkin saya orang yang pertama belum kenal tentang perjuangan beliau dan perjalanan beliau selama ini,,,
awalnya gak tahu…..
begitulah saya yang begitu kurang tau perjalanan beliau.
Awalnya saya maen kerumah teman aku Istiqomah dan kebetulan sekali tepat dengan perlombaan MTQ se-kab Bekasi,,Ya Allah begitu melihat masjidnya saya langsung meneteskan airmata mungkin begitu terharu dengan adanya PONPES di wilayah bekasi tapi saya belum tahu n belum pernah melihatnya…..bahkan Beliau telah dijadikan oleh pemerintah indonesia sebgi pahlawan,tapi saya……….Allahu akbar….
stelah melihat masjidnya saya langsung melihat beberapa foto beliau,,so pasti saya langsung membelinya,,yah sebagai suatu kebanggaan buat saya jika dirumah saya ada gambar pahlawan sekaligus tuan guru di wilayah bekasi khususnya.
tapi sayang beberapa saja foto yang dijual waktu acara MTQ yang diadakan tanggal 1-4 nov itu.
terma kasih tuan Guru yang sudah merubah kota bekasi menjadi kota yang beriman. Semoga semua yang diharapkan beliau dapat di lanjutkan oleh para pemuda n pemudi bekasi. smoga Allah menempatkan Beliau bersama kekasih-kekasihnya Allah SWT.Amin Ya Robbal ‘alamin…
Alam Nugraha (CIkarang Timur)
sastra_aboy@yahoo.com.
By: alam nugraha on November 8, 2008
at 5:29 pm
oh iya saya berterimakasih juga sama MAesyaroh yang telah mengajak saya ke acara perlombaan MTQ awktu itu, hingga saya dapat merasakan kebanggaan diri dengan perjuangan beliau.makasih yah bu mey….
semangat terus anak babelan,ujungharapan,kali abang dan sekitarnya.jangan kau sia-siakan perjuangan guru besar kita…..lanjutkan kembali perjuangan beliau dengan menuntut ilmu sampai akhir hayat,,,setelah itu amalkan deh di kampung masing-masing,,,,seperti kakaknya maesyaroh anak pondok soga dan keluarg besarnya…beliau-beliau membuka cabang AT-TAQWA di daerahnya. semakin bersinar lah kota Bekasi dengan banyaknya PONPES yang ada dan mudah-mudahan bekasi jadi kota yang berkah AMIIIN.[alam Nugraha]
sastra_aboy@yahoo.com.
By: alam nugraha on November 8, 2008
at 5:44 pm
Untuk melihat tentang Guru-Guru Alm. KH. Noer Alie Silahkan klik : http://roele.wordpress.com/2008/11/09/biografi-dua-guru-kh-noer-alie/
Terima Kasih..
By: roele on November 17, 2008
at 10:24 am
kereeen oiiii…..
By: bokor on November 30, 2008
at 6:55 pm
Beliau Adalah Guru,Tokoh,Alim,Ulama Dan Sang Pahlawan Nasional semua kalangan.semoga kita bisa meneladani perjuangannya,amin.
By: PTA PUTERA on December 2, 2008
at 9:58 am
Foto2 pak kyai yang up to date dong…. Jangan ngaku anak betawi bekasi kalo kaga kenal Singa Karawang Bekasi Almarhum Almaghfurlah WalMujahid Fii Sabilillah KH. Noer Alie… Saatnya Yang Muda Memimpin!!! Allahu Akbar 3X
By: Ihya Ulumuddin Mughni BMW on December 18, 2008
at 3:18 pm
Iam proud to be a citizen of ujung harapan because of pak Kyai .Thanks you for all pak
By: Husni on December 22, 2008
at 3:14 pm
assalamualaikum wr wb
salam sukses selalu buat team sukses dari attaqwa yang sudah pulang dari jogja guna megikuti lomba tingkat sesantren bangga dan selamat bagi semua nya
By: ismail fadhilah on January 19, 2009
at 4:13 pm
Salam Attaqwa…Assalamualaikum
Bagi alumni (lulus ataupun ga lulus, pusat ataupun seluruh cabang), simpatisan atau apa pun yang masih berhubungan dengan Attaqwa dan engkong KH Noer Ali (Allah yarham), silahkan gabung dalam fans KH. Noer Alie di http://www.facebook.com (register required).
Ini linknya : http://www.facebook.com/pages/KH-Noer-Alie/64690149640?ref=mf
Silahkan gabung dan ramaikan. Antum semua bisa share cerita, tulisan, comment, upload foto, video atau apapun tentang beliau agar menjadi kenangan dan bisa kita nikmati bersama.
Thanks buat yang punya blog ini atas tulisannya tentang beliau. Sebagai salah seorang cucunya, tentu ana sangat bangga dengan capaian beliau. Namun, tentu ana tidak bertepuk dada, karena ana, murid-murid beliau dan warga Bekasi semua justru mesti terpacu untuk mampu berbuat sebaik, bahkan lebih baik lagi dari beliau. Apalagi di jaman yang sudah lebih enak dari jaman beliau hidup.
Pro>> Rosyidi ag, bokor, khoirul, umam, wadud: sodare2..elu pada nongkrong di sini semua ya tong..
ayo gabung di fans KH. Noer alie,buruaaaaaan!!!!! 
wassalam
By: Husnul Amal on February 24, 2009
at 8:48 pm
kren bget
By: fadhilah on February 28, 2009
at 4:29 pm
salam..mdh2n bisa jadi inspirasi buat generasi selajutnya……..
By: ardi rahman"tebet" on March 17, 2009
at 11:16 am
Asslm, salam kenal ana alumni attaqwa 01 putera tahun 2003 (AL-ABSATH 03), 1 periode dengan ust. Mirwan Uj-Har, skrng ane kerja di kalimantan PT. ARRTU PLANTATIONS (Oil Palm), Salut bwat KH. Noer Alie, thx atas jasa2nya
By: Rachmat Martono on May 6, 2009
at 11:50 am
Assl…lam knl. ane Alumni attaqwa 01 putera th 2002 kta’e ci lbh diknl F2 “apalah g Jls”… akhir’e ad jg blog yg ngbahas ttg Kh. Noer Alie. mdh2an bisa menjadi inspirasi tuk memacu semngat kita semua. salam buat Ust. Dzunuroin “love U Ust”, makasih buat jerih payah’e dan kesebarannya mengajar murid badung seperti saya.
By: P2N on May 11, 2009
at 5:57 am
asslamualaikum… waduh artikelnya bagus bgt…
By: alie on June 3, 2009
at 12:08 pm
bagus bagus bgt… smpe sampe bapak kh.m.amin noer terkejut mlihat artikel ni.lanjutkan!
By: alie on June 3, 2009
at 12:10 pm
wa’alaikum salam, terima kasih ustadz, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada di dalam artikel atau kata-kata saya ini ada yang kurang berkenan
By: Qomar Fauzie on June 3, 2009
at 6:29 pm
alhamdulillah da artikel ini,bisa ngilangin kangn ma attaqwa..
sumpah bgs bgd..(sopista.07)
By: qordhowi yusuf on July 10, 2009
at 10:34 am
AL ULAMA WAROSATUL ANBIYA……. TETAP HIDUP DALAM DIRI KITA SEMANGAT PAK KYAI !!!!!
By: Tomy R.S on August 9, 2009
at 3:20 pm
k0nG anDaikAn kaoE msIh da’…???
By: faurur on September 6, 2009
at 5:13 am
Bangsa yang baik adalah bangsa yang mengenal sejarahnya. Tak cukup hanya mengenal, mari berkarya demi mengisi pembangunan Kota kita
…Saatnya yang muda yang berkarya. Teruskan perjuangan Pahlawan kita. Jangan menganggur!!!
Hidup Pemuda !!!
By: Novran on October 21, 2009
at 4:35 am
setuju…
By: Qomar Fauzie on October 23, 2009
at 2:43 am
terus gerakan islam
By: ahmad wahyudin on November 23, 2009
at 6:17 am
memang kh.noer alie ialah sosok yang sangat kharismatik , sampai sampai muridnya kini mencapai ribuan
By: irfan faqihudin on December 5, 2009
at 5:59 am