Posted by: Qomar Fauzie | May 9, 2007

Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bil Faqih Al Alawi

Berikut saya sampaikan sekilas kisah guru dari para guru kami yakni habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih Al Alawi yang saya dapatkan dari berbagai sumber (baik dari internet maupun dari manaqib yang dibacakan pada haul beliau).

Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih

Habib ‘Abdullah bin ‘Abdul Qadir bin Ahmad BalFaqih al-’Alawi adalah ulama yang masyhur alim dalam ilmu hadits. Beliau menggantikan ayahandanya Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad BalFaqih sebagai penerus mengasuh dan memimpin pesantren yang diasaskan ayahandanya tersebut pada 12 Rabi`ul Awwal 1364 / 12 Februari 1945 di Kota Malang, Jawa Timur. Pesantren yang terkenal dengan nama Pondok Pesantren Darul Hadits al-Faqihiyyah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Pesantren ini telah melahirkan ramai ulama yang kemudiannya bertebaran di segenap pelusuk Nusantara. Sebahagiannya telah menurut jejak langkah guru mereka dengan membuka pesantren-pesantren demi menyiarkan dakwah dan ilmu, antaranya ialah Habib Ahmad al-Habsyi (PP ar-Riyadh, Palembang), Habib Muhammad Ba’Abud (PP Darun Nasyi-in, Lawang), Kiyai Haji ‘Alawi Muhammad (PP at-Taroqy, Sampang, Madura) dan ramai lagi.

Di tulis oleh Aji Setiawan :

Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfagih

Bak Pinang Dibelah Dua
Bapak dan anak sama-sama ulama besar, sama-sama ahli hadits, sama-sama pendidik ulung dan bijak. Merekalah Habib Abdul Qadir dan Habib Abdullah.

Masyarakat Malang dan sekitarnya mengenal dua tokoh ulama yang sama-sama kharismatik, sama-sama ahli hadits, sama-sama pendidik yang bijaksana. Mereka adalah bapak dan anak: Habib Abdul Qadir Bilfagih dan Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfagih. Begitu besar keinginan sang ayah untuk “mencetak” anaknya menjadi ulama besar dan ahli hadist – mewarisi ilmunya.

Ketika menunaikan ibadah haji, Habib Abdul Qadir Bilfagih berziarah ke makam Rasulullah SAW di kompleks Masjid Nabawi, Madinah. Di sana ia memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dikaruniai putra yang kelak tumbuh sebagai ulama besar, dan menjadi seorang ahli hadits.

Beberapa bulan kemudian, doa itu dikabulkan oleh Allah SWT. Pada 12 Rabiul Awal 1355 H/1935 M, lahirlah seorang putra buah pernikahan Habib Abdul Qadir dengan Syarifah Ummi Hani binti Abdillah bin Agil, yang kemudian diberi nama Abdullah.

Sesuai dengan doa yang dipanjatkan di makam Rasulullah SAW, Habib Abdul Qadir pun mencurahkan perhatian sepenuhnya untuk mendidik putra tunggalnya itu. Pendidikan langsung ayahanda ini tidak sia-sia. Ketika masih berusia tujuh tahun, Habib Abdullah sudah hafal Al-Quran.

Hal itu tentu saja tidak terjadi secara kebetulan. Semua itu berkat kerja sama yang seimbang antara ayah yang bertindak sebagai guru dan anak sebagai murid. Sang guru mengerahkan segala daya upaya untuk membimbing dan mendidik sang putra, sementara sang anak mengimbanginya dengan semangat belajar yang tinggi, ulet, tekun, dan rajin.

Menjelang dewasa, Habib Abdullah menempuh pendidikan di Lembaga Pendidikan At-Taroqi, dari madrasah ibtidaiyah hingga tsanawiyah di Malang, kemudian melanjutkan ke madrasah aliyah di Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah li Ahlis Sunnah Wal-Jama’ah. Semua lembaga pendidikan itu berada di bawah asuhan ayahandanya sendiri.

Sebagai murid, semangat belajarnya sangat tinggi. Dengan tekun ia menelaah berbagai kitab sambil duduk. Gara-gara terlalu kuat belajar, ia pernah jatuh sakit. Meski begitu ia tetap saja belajar. Barangkali karena ingin agar putranya mewarisi ilmu yang dimilikinya, Habib Abdul Qadir pun berusaha keras mendidik Habib Abdullah sebagai ahli hadits.

Maka wajarlah jika dalam usia relatif muda, Habib Abdullah telah hafal dua kitab hadits shahih, yakni Shahihul Bukhari dan Shahihul Muslim, lengkap dengan isnad dan silsilahnya. Tak ketinggalan kitab-kitab Ummahatus Sitt (kitab induk hadits), seperti Sunan Abu Daud, Sunan Turmudzy, Musnad Syafi’i, Musnad Imam Ahmad bin Hanbal; Muwatha’ karya Imam Malik; An-Nawadirul Ushul karya Imam Hakim At-Turmudzy; Al-Ma’ajim ats-Tsalats karya Abul Qasim At-Thabrany, dan lain-lain.

Tidak hanya menghafal hadits, Habib Abdullah juga memperdalam ilmu musthalah hadist, yaitu ilmu yang mempelajari hal ikhwal hadits berikut perawinya, seperti Rijalul Hadits, yaitu ilmu tentang para perawi hadits. Ia juga menguasai Ilmu Jahr Ta’dil (kriteria hadits yang diterima) dengan mempelajari kitab-kitab Taqribut Tahzib karya Ibnu Hajar Al-Asqallany, Mizanut Ta’dil karya Al-Hafidz adz-Dzahaby.

Empat Madzhab

Selain dikenal sebagai ahli hadits, Habib Abdullah juga memperdalam tasawuf dan fiqih, juga langsung dari ayahandanya. Dalam ilmu fiqih ia mempelajari kitab fiqih empat madzhab (Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali), termasuk kitab-kitab fiqih lain, seperti Fatawa Ibnu Hajar, Fatawa Ramli, dan Al-Muhadzdzab Imam Nawawi.

Setelah ayahandanya mangkat pada 19 November 1962 (21 Jumadil Akhir 1382 H), otomatis Habib Abdullah menggantikannya, baik sebagai pengasuh pondok peantren, muballigh, maupun pengajar. Selain menjabat direktur Lembaga Pesantren Darul Hadits Malang, ia juga memegang beberapa jabatan penting, baik di pemerintahan maupun lembaga keagamaan, seperti penasihat menteri koordinator kesejahteraan rakyat, mufti Lajnah Ifta Syari’i, dan pengajar kuliah tafsir dan hadits di IAIN dan IKIP Malang. Ia juga sempat menggondol titel doktor dan profesor.

Sebagaimana ayahandanya, Habib Abdullah juga dikenal sebagai pendidik ulung. Mereka bak pinang dibelah dua, sama-sama sebagai pendidik, sama-sama menjadi suri tedalan bagi para santri, dan sama-sama tokoh kharismatik yang bijak. Seperti ayahandanya, Habib Abdullah juga penuh perhatian dan kasih sayang, dan sangat dekat dengan para santri.

Sebagai guru, ia sangat memperhatikan pendidikan santri-santrinya. Hampir setiap malam, sebelum menunaikan shalat Tahajjud, ia selalu mengontrol para santri yang sedang tidur. Jika menemukan selimut santrinya tersingkap, ia selalu membetulkannya tanpa sepengetahuan si santri. Jika ada santri yang sakit, ia segera memberikan obat. Dan jika sakitnya serius, ia akan menyuruh seseorang untuk mengantarkannya ke dokter.

Seperti halnya ulama besar atau wali, pribadi Habib Abdullah mulia dan kharismatik, disiplin dalam menyikapi masalah hukum dan agama. Tanpa tawar-menawar, sikapnya selalu tegas: yang haq tetap dikatakannya haq, yang bathil tetap dikatakannya bathil.

Sikap konsisten untuk mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar itu tidak saja ditunjukkan kepada umat, tapi juga kepada pemerintah. Pada setiap kesempatan hari besar Islam atau hari besar nasional, Habib Abdullah selalu melancarkan saran dan kritik membangun – baik melalui pidato maupun tulisan.

Habib Abdullah juga dikenal sebagai penulis artikel yang produktif. Media cetak yang sering memuat tulisannya, antara lain, harian Merdeka, Surabaya Pos, Pelita, Bhirawa, Karya Dharma, Berita Buana, Berita Yudha. Ia juga menulis di beberapa media luar negeri, seperti Al-Liwa’ul Islamy (Mesir), Al-Manhaj (Arab Saudi), At-Tadhammun (Mesir), Rabithathul Alam al-Islamy (Makkah), Al-Arabi (Makkah), Al-Madinatul Munawarah (Madinah).

Habib Abdullah wafat pada hari Sabtu 24 Jumadil Awal 1411 H (30 November 1991) dalam usia 56 tahun. Ribuan orang melepas kepergiannya memenuhi panggilan Allah SWT. Setelah dishalatkan di Masjid Jami’ Malang, jenazahnya dimakamkan berdampingan dengan makam ayahandanya di pemakaman Kasin, Malang, Jawa Timur.
Ayahanda beliau

Image Hosted by ImageShack.us

Habib Abdullah (kiri) dan ayahanda beliau habib Abdul Qodir Bil Faqih (tengah)

Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy

Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy dilahirkan di kota Tarim, Hadramaut, pada hari Selasa 15 Safar tahun 1316 H/1896 M. Saat bersamaan menjelang kelahirannya, salah seorang ulama besar, Habib Syaikhan bin Hasyim Assegaf, bermimpi bertemu Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir Jailani. Dalam mimpi itu Syekh Abdul Qadir Jailani menitipkan kitab suci Al-Quranul Karim kepada Habib Syaikhan bin Hasyim Assegaf agar diberikan kepada Habib Ahmad bin Muhammad Bilfagih.
Pagi harinya Habib Syaikhan menceritakan mimpinya kepada Habib Ahmad. Habib Ahmad mendengarkan cerita dari Habib Syaikhan, kemudian berkata, ”Alhamdulillah, tadi malam aku dianugerahi Allah SWT seorang putra. Dan itulah isyarat takwil mimpimu bertemu Syekh Abdul Qadir Jailani yang menitipkan Al-Quranul Karim agar disampaikan kepadaku. Oleh karena itu, putraku ini kuberi nama Abdul Qadir, dengan harapan, Allah SWT memberikan nama maqam dan kewalian-Nya sebagaimana Syekh Abdul Qadir Jailani.”
Demikianlah, kemudian Habib Ahmad memberi nama Abdul Qadir karena mengharap berkah (tafa’ul) agar ilmu dan maqam Abdul Qadir seperti Syekh Abdul Qadir Jaelani.
Sejak kecil, ia sangat rajin dan tekun dalam mencari ilmu. Sebagai murid, ia dikenal sangat cerdas dan tangkas dalam menerima pelajaran. Pada masa mudanya, ia dikenal sebagai orang yang mempunyai perhatian besar terhadap ilmu dan menaruh penghormatan yang tinggi kepada guru-gurunya. Tidaklah dinamakan mengagungkan ilmu bila tidak memuliakan ahli ilmu, demikian filosofi yang terpatri dalam kalbu Habib Abdul Qadir.
Pernah suatu ketika di saat menuntut ilmu pada seorang mahaguru, ia ditegur dan diperingatkan, padahal Habib Abdul Qadir waktu itu pada pihak yang benar. Setelah memahami dan mengerti bahwa sang murid berada di pihak yang benar, sang guru minta maaf. Namun, Habib Abdul Qadir berkata, ”Meskipun saya benar, andaikan Paduka memukul muka hamba dengan tangan Paduka, tak ada rasa tidak menerima sedikit pun dalam diri hamba ini.” Itulah salah satu contoh keteladanan yang tinggi bagaimana seorang murid harus bersopan-santun pada gurunya.
Guru-guru Habib Abdul Qadir, antara lain, Habib Abdullah bin Umar Asy-Syatiry, Habib Alwy bin Abdurrahman Al-Masyhur, Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf, Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdor, Syekh Segaf bin Hasan Alaydrus, Syekh Imam Muhammad bin Abdul Qadir Al-Kattany, Syekh Umar bin Harridan Al-Magroby, Habib Ali bin Zain Al-Hadi, Habib Ahmad bin Hasan Alatas, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy, Syekh Abubakar bin Ahmad Al-Khatib, Syekh Abdurrahman Bahurmuz.
Dalam usia yang masih anak-anak, ia telah hafal Al-Quran. Tahun 1331 H/1912 M, ia telah mendapat ijazah dan berhak memberikan fatwa agama, antara lain di bidang hukum, dakwah, pendidikan, dan sosial. Ini merupakan anugerah Allah SWT yang telah diberikan kepada hamba pilihan-Nya.
Maka tidak berlebihan bila salah seorang gurunya, Habib Alwi bin Abdullah bin Syihab, menyatakan, ”Ilmu fiqih Marga Bilfagih setara dengan ilmu fiqih Imam Adzro’iy, sedangkan dalam bidang tasawuf serta kesusastraan bagai lautan tak bertepi.”
Sebelum meninggalkan kota Tarim untuk berdakwah, di tanah kelahirannya ia sempat mendirikan organisasi pendidikan sosial Jami’yyatul Ukhuwwah wal Mu’awanah dan Jami’yyah An-Nasr Wal Fudho’il tahun 1919 M.
Sebelum berhijrah ke Indonesia, Habib Abdul Qadir menyempatkan diri beribadah haji dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan dan singgah di beberapa kota dan negara, seperti Aden, Pakistan, India, Malaysia, dan Singapura. Di setiap kota yang disinggahi, ia selalu membina umat, baik secara umum maupun khusus, dalam lembaga pendidikan dan majelis taklim.
Tiba di Indonesia tepatnya di kota Surabaya tahun 1919 M/1338 H dan langsung diangkat sebagai direktur Madrasah Al-Khairiyah. Selanjutnya, ia mendirikan Lembaga Pendidikan Madrasah Ar-Rabithah di kota Solo tahun 1351 H/1931 M.
Selepas bermukim dan menunaikan ibadah haji di Makkah, sekembalinya ke Indonesia tanggal 12 Februari 1945 ia mendirikan Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah dan Perguruan Islam Tinggi di kota Malang. Ia pernah diangkat sebagai dosen mata kuliah tafsir pada IAIN Malang pada 1330 H/1960 M.
Keistimewaan Habib Abdul Qadir adalah, ia ahli ilmu alat, nahwu, sharaf, manthiq, ilmu kalam, serta ma’any, bayan, dan badi (tiga yang terakhir merupakan bagian ilmu sastra). Dalam bidang hadits, penguasaannya adalah bidang riwayat maupun dirayah, dan hafal ribuan hadits. Di samping itu, ia banyak mendapat hadits Al-Musalsal, yakni riwayat hadits yang tersambung langsung kepada Rasulullah SAW. Ini diperolehnya melalui saling tukar isnad (saling menukar periwayatan hadits) dengan Sayid Alwy bin Abas Al-Maliky saat berkunjung ke Makkah.
Sebagai seorang ulama yang menaruh perhatian besar dalam dunia pendidikan, ia juga giat mendirikan taklim di beberapa daerah, seperti Lembaga Pendidikan Guru Agama di Sawangan, Bogor, dan Madrasah Darussalam Tegal, Jawa Tengah.
Banyak santrinya yang di kemudian hari juga meneruskan jejaknya sebagai muballigh dan ulama, seperti Habib Ahmad Al-Habsy (Ponpes Ar-Riyadh Palembang), Habib Muhammad Ba’abud (Ponpes Darul Nasyi’in Malang), Habib Syekh bin Ali Al Jufri (Ponpes Al-Khairat Jakarta Timur), K.H. Alawy Muhammad (Ponpes At-Taroqy Sampang, Madura). Perlu disebutkan, Prof. Dr. Quraisy Shihab dan Prof. Dr. Alwi Shihab pun alumnus pesantren ini.
Habib Abdul Qadir wafat pada 21 Jumadil Akhir 1382 H/19 November 1962 dalam usia 62 tahun. Kala saat-saat terakhirnya, ia berkata kepada putra tunggalnya, Habib Abdullah, ”… Lihatlah, wahai anakku. Ini kakekmu, Muhammad SAW, datang. Dan ini ibumu, Sayyidatunal Fatimah, datang….” Ribuan umat berdatangan untuk meyampaikan penghormatan terakhir kepada sang permata ilmu yang mumpuni itu. Setelah disemayamkan di Masjid Jami’ Malang, ia dimakamkan di kompleks makam Kasin, Malang, Jawa Timur.

diringkas dari manakib tulisan Habib Soleh bin Ahmad Alaydrus, pengajar Ponpes Darul Hadits Malang, Jawa Timur

Sumber :

http://bahrusshofa.blogspot.com/2007/01/habib-abdullah-balfaqih.html

http://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/manakib/al-habib-abdul-qadir-bin-ahmad-bilfagih-al-alawy/

http://ajisetiawan1.blogspot.com/2007/07/habib-abdullah-bin-abdul-qadir-bilfagih.html

Responses

Habib adalah keturunan Nabi Muhammad melalui Fatimah az-Zahra. Indonesia merupakan negeri muslim terbanyak yang terdapat habib yaitu sebanyak 2 juta, sedangkan yang masih hidup 1,2 juta. Sementara di seluruh dunia tercatat 20 juta habib (muhibbin) yang terbagi 114 marga. Hanya keturunan laki-laki saja yang berhak menyandang gelar habib. Organisasi yang melakukan pencatatan para habib ini adalah ar-Rabithah yang semula berpusat di Hadramaut, tempat dimana 80 keluarga habib semula berhijrah dari kota Mekah. Sekarang ar-Rabithah telah memindahkan pusat kegiatannya di Tanah Abang, Jakarta, karena Indonesia, negara yang terbanyak memiliki para habib.

Dari Lulu untuk Qomar

Syukron atas informasinya sdri. Lulu

A W W
> alhamdullilah saya menemukan blog ini tidak sengaja untuk saran photo maha guru yang mulia al qutub al imam al mursid al Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih ra. di perbanyak lagi…
> trus haul maha guru yang mulia al qutub al imam al mursid al Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih ra. di darul hadits malang kapan

Wa’alaikum Salam..
>Insya Allah ana sedang mencari foto-foto maha guru yang mulia al qutub al imam al mursid al Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih ra. Cuma saat ini blom di scan :)
>Kalau haul di malang ana blom dapat informasinya..tapi kalau haul di Bekasi bertepatan dengan acara maulid baginda Nabi SAW yaitu setiap tgl 12 robi’ul awal sekaligus haul alm. KH. Muhammad Nur yang diadakan di tempat Ust. H. Syaiful Anwar (PLN, Kaliabang Bungur Bekasi)

Yuda wrote :
> trus haul maha guru yang mulia al qutub al imam al mursid al Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih ra. di darul hadits malang kapan
—————————————–
To Akhi Yuda saya sudah mendapatkan informasinya bahwa haul maha guru yang mulia al qutub al imam al mursid al Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih ra di Darul Hadits Malang diadakan pada hari Minggu tgl 15 Juli 2007

Hari Minggu, 15 Juli 2007 diadakan Haul Habib Abdul Qodir bil Faqih dan Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih di Ponpes Darul Hadits Al Faqihiyah Kota Malang. Dihadiri pula oleh Al Alamah Al Habib Salim Asy Syathiri - Yaman, Hadramaut

Syukron mas Doddy Wirawan atas informasinya. Ditunggu loh informasi yang selengkapnya :)

assalamualaikum…
gimana kabar ma’had darul hadist..???
gimana juga kabar habib MUhammad,,,??? juga dengan para dwan guru…??? salam pada beliau semua dari alfaqir. alfaqir sekarang ada di tarim hadromout darul musthofa. bales lewat email ku atau bales di sini…!!!!
makasih…!!!!
assalamualaikum

Wa’alaikum Salam,
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak sudah ngisi comment di blog saya yang awam ini Sdr. Muhammad Aljufry.
Saya tidak pernah belajar di pesantren Darul Hadits Malang namun guru-guru saya pernah belajar disana dan guru saya banyak mengajarkan solawat-solawat yang pernah diajarkan oleh Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bal Fagih, Salah satu guru saya ada yang mengajar disana yakni Ust. Santoso, kabar terakhir yang saya dapat beliau baru saja meninggal.

Wah sedang di Tarim ya..mudah-mudahan kalo pulang ke tanah air bisa membagi-bagikan ilmunya kepada saya yang masih awam ini.

Barangkali jika ada alumni Darul Hadits yang membaca blog ini bisa menyampaikan kabar terbaru tentang kabar ma’had Darul Hadits serta para dewan guru (Alhamdulillah, bisa jadi ajang silaturahim nih ^_^ )

Alhamdulillah, haul darul hadits berjalan lancar. Ribuan jamaah yang hadir memadati tempat disepanjang jalan Ponpes Darul Hadits. Ohya, Hb. Muhammad bin Abdullah bil Faqih kemarin ndak ngasih ceramah seperti biasa, dikarenakan beliau sakit.

Maaf, meski bawa kamera tp ndak sempat ambil2 foto, datang terlambat, udah padat. Soalnya jadwal sebelum haul ada pengajian rutin dulu di Jagalan, Malang yang diasuh guru saya Ust. Sholeh bin Ahmad Al Aydrus, yang dihadiri juga oleh Hb. Salim bin Abdullah bin Umar Asy Syatiri - Tarim. Selesai pengajian langsung berangkat sama-sama ke haul.

Akhina muhammad aljufry pasti ngga asing lagi siapa beliau Hb. Salim Asy Syatiri yah :D kan mondoknya di darul musthofa tarim yg diasuh Hb. Umar Al Hafidz kalo ngga salah yah.. teman saya ada yang mondok disana juga… eh di tarim ada warnet juga yah.. :D

Untuk foto-foto yang sempat saya ambil nanti saya share.. udah saya transfer ke komputer tp ndak saya bawa sekarang..

Terima kasih ka Doddy, kalo mo share info dan foto nya boleh dikirim ke email ku di : qomarfauzie@yahoo.com atau qomarfauzie@gmail.com
Insya Allah saya upload di blog ini kalau dapat izin dari ka Doddy, tapi free alias ga dpt uang ya hehehe… :)

Foto-foto udah saya kirimkan ke email mas Qomar. Untuk teman2 yang lain bisa juga lihat di http://www.orangbiasa.shutterfly.com kalo ditanyakan password isikan: ‘password’

Free Distribution.. :D

Syukron atas foto-fotonya mas Doddy. Foto-foto haul dan foto habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih Sudah saya upload disini : http://qomarfauzie.wordpress.com/2007/07/18/haul-guru-yang-mulia-al-habib-abdullah-bin-abdul-qadir-bil-faqih-di-darul-hadits-al-faqihiyyah-malang/

We need t know eachother

SALAM TA”ZIM SAYA BUAT PARA PECINTA ZURIYYAH ROSULULLOH…PECINTA ULAMA…BUAT TEMEN-TEMEN ATAU ALUMNI DARUL HADIST SILAHKAN DATANG KE BAIT ANE DI SEBELAH MASJID LUAR BATANG SEKALIGUS BERZIARAH …PERERAT SILAHTURAHIM…

Syukron atas kunjungan akhi rony ke blog al faqir ini.
Nah, buat temen-temen atau alumni daarul hadits mari sama-sama kita pererat ukhuwah kita…
yg mo kenalan ma rony silakan ato mampir ke rumahnya juga boleh tuh udah dipersilakan ko :)

assalamualaikum…
alhamdulilah saya tidak sengaja menemukan blog ini
pertama2 alhamdulilah manaqib maha guru yang mulia al quthub al alim Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih ra.di munculkan di beberapa web di internet.
ana pingin bertannya dan mengetahui alamatnya tentah salah satu murid beliau ialah Syekh kyai muhammad muhyiddin abdul qodir al manafi bin Syekh kyai ahmad thoha mustawi ( apa bojong) ra. di bandung/di sumedang.
ana mendengar beliau adalah salah satu murid yang cma sebentar belajar kepada maha guru yang mulia al quthub al alim Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih ra. ana lupa ngga tau 2 minggu atau 2 bulan. dan oleh maha guru langsung di pindahkhan ( di kenalkan ) kepada maha guru al imam al maliki di mekkah. karna yang saya dengan bahwa maha guru berkata sudah cukup kami mengajarkhn kepada mu ( Syekh kyai muhammad muhyiddin abdul qodir al manafi bin Syekh kyai ahmad thoha mustawi ( apa bojong) dan disurum memperdalam lagie ke mekah ( al imam al maliki di mekkah ) baru lah beliau lama di sanah sampai 4 tahun.
katannya beliau masih muda tapi ke ilmuaan sudah sampai ke ilmuan syekh.
ana terkejut dengan ke ilmuaan beliau para habib dan ulama sampai lama belajar di maha guru tapi beliau hanya sangat sebentar.
waktu acara haul kemaren 15 juli 2007 ana melihat beliau datang dengan ratusan jamaah yang di bawanya dari bandung dan sumedang.
ana pingin ustad memberikhan lamatnya yang lengkap ( itu juga kalau bsa ) kalau tidak punya di mna ana harus mendapatkhan nya
terima kasih sebelumnya
wasalam

Wa’alaikum salam
Mohon maaf beribu ribu maaf saudaraku, saya tidak mempunyai alamat lengkap Syekh kyai muhammad muhyiddin abdul qodir al manafi bin Syekh kyai ahmad thoha mustawi.
Mungkin ada sahabat yang membaca tulisan ini jika ada yang tahu alamat beliau silakan di isi alamatnya dengan mengisi comment disini…
Wassalam

Alhamdulillah, akhirnya ada sahabat kita yaitu akhi Yuda yang dapat memberikan informasi alamat dari Syekh kyai muhammad muhyiddin abdul qodir al manafi bin Syekh kyai ahmad thoha mustawi.
To akhi Budi coba silakan berkumjung ke blog ini:
http://asysyifawalmahmuudiyyah.wordpress.com/
Di blog tersebut info mengenai beliau cukup lengkap loh ^_^
Syukron…
Wassalam

alhamdulilah ka ustad Qomar Fauzie
saya sangat memuji dengan blog anda ini karena ustad telah banyak menulis manaqib2 ulama yang kita ketahui sudah jelas ke mursyidan nya ( maaf kalau salah nulis ) mudah mudahan dengan ustad menggagungkan ulama mursid yang jelas Allah SWT. Agungkan maka turun lah rahmat dari Allah Azawajala. kepada Ustad
“”Amien”"
karena kita ketahui ustad di akhir jaman ini sebagian umat islam tidak bisa membedakan mana ulama mursid dan Uulamaan.
dan pula sebagian umat islam lupa kepada ulama bahkhan menggangkap ulama itu biasabiasa

mohon bagi pembaca blog ini bila tau alamat2 habaib yg keramat bs hubungi ana 0856 4848 4848.mohon bantuanya.sukron

1. Syekh kyai ahmad thoha mustawi ( bandung )
2. Syekh kyai M Yahya ( Buya Yahya ) ( bandung)
usia beliau sudah lebih dari 105 lebih
banyak para habaib yang mencari ilmu kepada beliau

kalau pingin tau alamatnya tanya ajah ke blog ini http://asysyifawalmahmuudiyyah.wordpress.com/

saya tau sih rumah beliau tapi kalau alamat jelas nya saya kurang tau

mohon ana dikasih info alamat habaib yg keramat.kalo kyai jangan.hubungi saya di 0856 4848 4848

bila anda habaib dan mempunya suara yg bagus.ana pengen ajak kerja sama antum,silahkan rekam qosidah,sholawat,maulid untuk saya daftarkan sebagai nada sambung pribadi untk HP.dari situ antum akn dapat royalti.syiar sekaligus bisnis.hubungi ana di 0856 4848 4848.ada yg berminat?

Terimakasih atas tawarannya sdr. Andry, kalau saya pribadi sih menganut konsep “free distribution” alias “gretongan”. Jadi teman-teman lain bisa mengambil file-file dari saya tanpa harus membayar :P yang penting syiar Islam semakin luas di masyarakat.
Mungkin teman-teman lain ada yang berminat dengan Andry silakan… :)

kepada andry kiraiin saya mau memperdalam ilmu makannya saya kasih????
beliau itu juga habib ( salah satu keturunan dari Rassululah SAW. ) yang singkat nasab nya dari kyai abdul manaf mahmud Rahmatul alaih. sampai kepada Syekh Syarif hidayatullah Ra. ( sunan gunung jati )

oiya untu ustad qomar fauzi bsa ngga kita lebih kenal

yah biar bsa lebih deket ustad”

boleh minta YM nya ngga ????

akhi Yuda, saya bukan ustadz, la wong saya masih full dosa bgini ko :(
mo kenalan di YM boleh… id ym saya : qomarfauzie[at]yahoo[dot]com

he9
yah mudah2 ajah itu sebagian dari doa amien.
wah kalau gitu kita memang senasib kang qomarfauzie saya juga sama sangat banget full dosa.
insya Allah kita bsa lebih deket kalau bsa ol dengan kang qomarfauzi.

wasalam

Tadz…ane yudi lam kenal yach…??

Tadz Boleh minta Susunan / Nasab dari sayina Fatimah sampai sekarang atau keturunan Dari Rosul.
Thx.Yudi

Salam kenal juga Yudi :)
panggil qomar/uzie aja ya :D
maksud Yudi yang silsilah dari baginda Nabi SAW sampai ke habaib itu ya?? kalo itu saya ada dirumah tapi bentuknya poster yang lumayan guede.
Yudi beli aja posternya ada ko biasanya di majlis-majlis ta’lim banyak yang jual (kalau saya belinya nitip ma temen yang ikut di MR)
atau mungkin Yudi bisa contact pihak Rabithah Alawiyyah siapa tau mereka bisa membantu. Atau ada sahabat-sahabat yang lain yang mau membantu..tafadhol :D

Marhabban ya Ramadhan….

Tiada kata seindah DZIKIR & Shalawat atas baginda alam Rasulluloh SAW, tiada bulan seindah RAMADHAN, ……

Kita sambut bulan Ramadhan dengan hati yang bersih,..

kita bersihkan hati dengan saling memaafkan…..

Yuda besera Keluarga,, mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan dan kekhilafan. …..

selamat jelang Ramadhan ..berpuasalah dengan gembira dan takwa….. ^_^

assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh

alhamdulillah sungguh kesenangan yang tiada terkira saya masih dapat menjumpai para ahlul bait.dan persaksikanlah bahwa saya mencintai ahlul bait dengan kecintaan yang sesuai dengan petunjuk Rasululloh.namun saya minta maaf bahwa saya akan menasehati diri saya dan para habaib bahwa bertaqwalah kepada Alloh dengan taqwa yang murni dan ikhlas, tinggalkanlah bid’ah seperti maulid, malam nisyfu sya’ban dan lain-lain yang sudah beredar di kalangan habaib.ingatlah nasab para habaib yang mulia yang sampai kepada Rasululloh.khalifah Ali bin Abi Tholib tidaklah diketahui bahwa beliau telah melaksanakan bid’ah seperti maulid padahal beliau salah satu orang yang paling dekat dengan Rasululloh.ingatlah perkataan imam asy-syafi’i tentang sesuatu yang dianggap baik tapi tidak ada keterangan/asal dari al-qur’an dan as-sunnah maka itu tidak termasuk bagian dari islam(mohon maaf bila salah redaksional).saya memang masih bau kencur dalam ilmu agama namun alhamdulillah sedikit yang saya pahami sesuai dengan dengan apa yang baca di kitab-kitab para ulama salafushsholih.perlu diketahui saya saat ini belajar kepada ust.abdul hakim bin amir abdat.

Wa’alaikum salam Wr.Wb.

Buat Sudaraku yang mengatakan maulid itu bid’ah, kalau memang anda merasa masih bau kencur dalam agama maka belajarlah kepada Guru yang mencintai Rasulullah S.AW dan yang sudah mengenalnya. Agar saudaraku kelak mendapat syafaat dari-Nya. Karena hanya dengan melalui Rasulullah kita bisa mengenal dan berjumpa kepada Sang Pencipta Alam ini.

Terima kasih semoga kita bisa menyadari bahwa dengan Maulid Nabi S.AW kita semakin tumbuh rasa cinta kita kepada sesama, karena didalam pembacaan Maulid banyak hikayat - hikayat Hakekat yang tersirat untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah S.WT dan melalui-Nyalah kita bisa diselamatkan di dunia maupun hari akhir nanti.

ana ecko rusdy murid dari habib abdullah al-hadad

sesungguhnya blm lengkaplah iman seseorang apabila ia blm mengenal siapa zuriah

Assalamu’alaikum wr, wb

Allhamdulillah, akhirnya saya bisa memiliki foto Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bil Faqih Al Alawi, Syukron atas foto-fotonya mas Doddy, selama ini ana hanya mendengar nama beliau, semoga dengan ini ana memiliki izin untuk memajang photo beliau diruang khalwat ana, amin.

Salam dari kami Jemaah Dzikir Ahlissofa Palembang (asuhan KH. M. Zen Syukri)

Wassalamu’alaikum wr.wb

wa’alaikum salam
terima kasih sudah berkunjung ke blog ini dan salam kenal juga ya
Wassalam

Assalamualaikum,
sy mau minta fhoto syech abdul qodir zaelani link-nya dimana yah…mhn pencerahannya
trims
deni

assalamualaikum

alhamdulillah,

saya warga malang, memang benar Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih mempunyai karisma yang tinggi sekali.

saya masih ingat setiap haul , jalan aris munandar dan sekitarnya penuh sesak, jamaah berdatangan dari mana saja, bahkan haul kurang dari 3 hari saja, sudah banyak para jamaan yang rela tidur di pinggir jalan..

syafii
wassalam

wa’alaikum salam pak syafi’i salam kenal ya..terima kasih atas informasinya

Assalamu’alaikum

Alhamdulillah secara tak sengaja ana mengakses situs mulia ini …

ana lihat ada pertanyaa tentang Syekh M. Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi bin Syekh Ahmad Thoha Mustawi. Kebetulan ana mengenal beliau dan suka bersilaturahmi dg beliau. Sedikit ana bercerita ttg beliau, mudah2an bermanfaat buat saudara Budi dan umumnya semua pembaca.

Memang benar, beliau pernah bercerita kalau beliau cuman 2 minggu di Darul Hadist. Kalau tidak salah usia beliau sekarang 37 tahun. Di guru mulia Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki r.a pun beliau tidak begitu lama. Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki r.a menyuruh tablig seraya memakaikan imamah. Putra Al Habib Abudlloh Bil Faqih r.a, Habib Abdurrahman Bil Faqih sering berkunjung ke majelis beliau di Bandung mengisi tausyiah, beliau berkawan sejak kecil dengan Syekh M. Muhyiddin. Pernah suatu ketika Habib Abdurrahman Bil Faqih datang ke rumah beliau di Bandung dan menyerahkan sorban milih ayah beliau, Habib Abdulloh bin Abdul Qadir Bil Faqih rodliyallohu ‘anhuma untuk diwariskan kepada Syekh M. Muhyiddin. Syekh Muhyiddin menangis menerima warisan mulia sorban bekas guru beliau tsb.

Al Habib Abdurrahman bil Faqih memang sering memanggil kawannya tsb dengan panggilan “Syekh” bahkan pernah memanggil beliau ketika dalam tausyiahnya dengan “Hadrotus Syekh”. Beberapa kali ana melihat Hb. Abdurrahman Bil Faqih dg Sykh Muhyiddin laksana dua sahabat mulia. Namun, Syekh Muhyiddin sangat2 ta’dhim pada beliau karena Hb. Abdurrahman adalah seorang dzuriyat Rasulillah SAW putra gurunya Al Imam Al ‘Arif Billah Hb. Abdulloh Bil Faqih r.a. Setiap haul Darul Hadist, beliau pasti datang beserta rombongan jemaahnya, namun beliau biasanya sungkan berada di shof depan. Beliau biasa duduk di tengah berbaur dengan jemaah lainnya atau di belakang.

Sejak usia 4 tahun, dibawah bimbingan kedua orang tuanya beliau sudah hafal al qur’an (hafidz), dan masih di usia belia beliau sudah hafal ratusan hadist. Dalam mencari ‘ilmu beliau memang pengelana dan kesemuanya tak pernah lebih dari 6 bulan di semua guru pesantren.

Ana tak memiliki alamat lengkapnya, Rumah dan majelisnya yg di sumedang berada di Lingkungan Pangaduan Heubeul (dekat terminal sumedang), Kel. Situ, Sumedang Utara. Masyarakat Sumedang sudah mengetahui beliau, jadi mudah bagi antum bila ingin berkunjung. Kalau yang di Bandung di Desa jelegong, Kec. Soreang, Kab. Bandung. Kalau sudah nyampe Kab. Bandung, antum tanya aja soreang, kalau sudah nyampe soreang, masyarakat sudah mengenal beliau.

Apabila mau bersilaturahmi hendaknya mengikuti jadwal Pengajian rutin di sumedang tiap hari selasa-jum’at (di rumah beliau-pangaduan heubeul) dan malam jum’at minggu kedua dan ke empat di masjid agung. Hari-hari lainnya berpindah-pindah tempat di berbagai undangan di sumedang. Kalau pengajian rutin di bandung tiap hari rabu (di rumahnya), minggu ke 2 & 4 malam minggu (di msj. agung bandung).

Syukron Al Akh Qomar Fauzie
Wassalam
Al Faqir

alhamdulialah makasih akhi hendra atas informasi dan sebagian manaqibnya syekh M Muhyidin abdul qodir al manafi.

iyah akhi hendra ana pun kenal beliau waktu haul yang mulia guru besar Al Habib di Malang..malah ana dengar dari temen yang kerja di kedutaan besar arab saudi ulama mekah dan madinah sebagai besar pada mengenal beliau karna beliau belajar ilmu di Al Alim Al Alamah Al Mursid Al Alawi Al Maliki pun cuma 1 minggu….tapi beliau menetap di mekah sampai 4 tahun.. juga pernah ulama dari yaman yang pingin menjadi santri beliau ehhh lucunya kata temen ana ulama itu 1 hari pun tidak ketemu dengan beliau malah di suruh pulang cuma di kasih Izajah ajah bahwa ulama itu jadi santri beliau.,.padahal umur ulama itu lebih tua..menurut rekan ana inget waktunya pas malem kamis waktu indo lagie ada rutinan pengajiaan beliau ehhhh tak jub nya lagie ternyata beliau mengajarkan kepada majelis ta’lim nya supaya ngaji sampai adzan shubuh bahkan sampai lewat adzan shubuh padahal mustaminya khan harus beraktivitas kembali hari kamisnya….alasan Syekh M Muhyiddin ngikutin Ahlaknya Para Wali dan supaya ada perbandingan kerja cari uang dan nonton TV ajah sampe shubuh bisa,,kenapa ibadah ke Allah SWT. supaya tau agungnya Allah SWT dan Agungnya Rassul SAW. jam 9 malem udah males..makannya di seluruh majelis ta’lim beliau di latih seperti itu..

tapi kalau ulama di Indonesia belum pada mengenal siapa beliau karna menurut rekan ana beliau sangat sekali tidak mau di publikasi hanya ulama tertentu ajah yang tau siapa beliau makanya ana butuh informasi dan manaqib tentang beliau…tapi beliau susah untuk di temui mungkin belom jodoh yah…. karna ana liat jadwal beliau subhanalloh begitu padat sampai dri satu harinya 7 jadwal itu pun beda kota

klo ngga salah beliau keturunan dari Syekh Abdul Manaf Mahmud ( mama eyang Mahmud )

untuk deny bagaimna pun tidak akan ada poto dari pada sulton aulia Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Zaelani Qodassolohu sirahu Ra. klo pun ada sudah jelas itu dusta….

makasih banget al Ustad Qomar atas wordpress ini

Syukron kang hendra dan kang budi salam kenal ya, terima kasih sudah berbagi informasi. Ketika habib Abdurrahman bilfaqih ta’lim di Bekasi pun beliau sempat memberitahukan kalau beliau juga ada majlis di bandung, mungkin salah satunya ke tempat Syekh M. Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi bin Syekh Ahmad Thoha Mustawi.

memang saya belum mengenal beliau, tapi sungguh senang rasanya mendapat informasi dari akhi, bahwa ada ulama besar di daerah bandung yakni Syekh M. Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi bin Syekh Ahmad Thoha Mustawi. aah…sungguh menyenangkan jika kita bisa mengenal para orang-orang sholeh. Mudah-mudahan kita dapat berkahnya…. Amin

Wallahu a’lam

buat sdr budi atau para penyimak semuanya, barangkali antum ingin mengenal lebih dekat ttg syekh m. muhyiddin abdul qadir al manafi atau ingin bersilaturahmi dg beliau, kita berdiskusi saja di email atau fs ana: hendragunawan_12@yahoo.co.id

Assalamu alaikum,
Ana Mengucapkan syukur Kepada Allah Bahwa sanya Kalangan Habaib Di Indonesia Saat ini dapat menjadi panutan bagi ummat Khususnya Mereka yang senantiasa mahabbah Kepada Habaib.Untuk itu mari kita jaga Kerukunan dengan semua warga.
Wassalam ,

Muhammad Bahasyim
Martapura Kalimantan Selatan

ass

alhamdulillah masih banyak yang mengenal sosok HABIB terutama kanjeng syekh sulton abdul qodir jailani,,wali dari segala wali……
saya sangat terharu melihat situs ini karena banyak yang respon…..
salam kenal dari saya
id ym saya: ahmad_wesil_3tkja@yahoo.com
kebetulan di rumah saya ada 2 orang habib dan 1 syarifah, 1 kaka ipar saya,2 putra dari kaka saya, dan 1 putri dari kaka saya….
saya sangat bersyukur karenainimerupakan salah 1 nikmat yang diberikan kepada keluarga kami
alhamdulillah

bwat yudi kebetulan sya punya silsilah keturunan kaka ipar saya
dari mulai kaka saya sampai saidatuna fatimah but berupa poster

ass…ane bangga dg website ini,makasih dah banyak memuat info tentang penerus rosululloh SAW…moga makin banyak info yang bisa di sajikan…jangan lupa perbanyak foto habaib ya…makasih wass….

ALHAMDULILLAH sAYA mnemukan site ini. Saya dulu pernah mondok di PIQ Malang. Saya sering ikut haulnya beliau Habib Abdullah bin Abdul Qodir BIL Faqih. Semoga saya mendapat barakahnya. Amin.

Alhamdulillah salam kenal semuanya ya akhi…ditunggu saran dan kritiknya :P

Ass.. wr.wb.
saya ade aswadi dari banjarmasin salam kenal buat bang qomar fauzie..
salam kenal jg buat para teman yang memberikan komentar.. saya sangat bangga dan terharu bisa tau banyak kisah/manaqib waliyulah dan guru2 besar agama islam.. semoga rahmat dan keberkahan tercurah kepada kita semua..Amin Ya Rabbal Alamien..
klo pengen tau lebih banyak tentang manaqib dan foto2 para habaib dan waliyullah cari ke situs mana bang?
Trims bang fauzie..

wa’alaikum salam ade…
untuk referensi boleh di klik :
http://www.majelisrasulullah.org/
atau
http://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/
atau
http://bahrusshofa.blogspot.com/

yang lainnya juga masih banyak tinggal di search aja di Google :P

habib adalah zhuriah rasul yg terkenal di zaman sekang,dan habib adalah pengganti dari NABI MUHAMMAD SAW

Assalaamu’alaikum warah matullahhiwabarakatuh
ana, bahagia bisa ketemu sama situs yang mulia ini salam bakti ana yang durhaka untuk keluarga Maha guru ana (syech Muhhyddin Al Manafi bin Assyech Ahmad Toha rahmatu ‘alaihi)
bertahun-tahun Maha guru juga para Asatid mencurah kan kasih sayang beliau mendidik ….
menciptakan kader kader islam tanpa pamrih dan lelah….. tiada balasan kecuali keridhoan ALLAH untuk beliau….
Ustan Ahmad rodzi Ridwan( mang IWAN JUGA u stad ZAMIL) DI JELEGONG dan SOREANG untuk para putra-putri Mha Guru…SYIFA,SYARIF, MAULANA ,nengSALMA JUGA SI BUNGSU….IDRIS juga yang lain….
JUGA UNTUK KAKAK-KAKAK Maha Guru khusus nya bi Hj ENNENG TOYYIBAH yang tak terkira kasih sayang nya… juga semua keluarga Maha Guru yang mulia….
keponakan-keponakan beliau…INGI,AYAD ENCEP juga keponakan nya yang lain…
SALAM BAKTI UNTUK KELUARGA MULIA….

semoga kita semua dapat syafaat Rasulullah dan wali-wali Allah yang Mulia.Amin

Ass… Wr…. Wb,
Para Ikhwan yang dirohmati Allah. Nama saya Gin Gin putranya Risfan Nur Hasan putra Zainal Abidin Apa putra Ama Oyo Ruqoyah kakaknya Ama Raden Haji Ahmad Thoha Mustawi RA. Ana mau bertanya. Ada yang tau tidak silsilah keluarga Ama Raden Haji Ahmad Thoha Mustawi RA. Dan letak Makam Ama Raden Haji Muhammad Hasan Manafy RA, Ama Raden Haji Muhammad Hasan Mustawi RA, Syaikh Marzuki, Uyut Ega, Syaikh Al Qomi, Ama Oyo Ruqoyah, Ama Zainal Abidin Apa, Mama Eyang Yasin, Aki Ucup, Ama Sayuti. Terima kasih sebelumnya. Wassalam

Ass..Apa kbr teman2 semua. Ini perkenalan pertama saya,kami masih sangat awam tentang agama mudah mudahan saya bisa jadi teman teman semua

asslm. wahai teman ku semua . cintaiulah para habib karena para habib adalah zuriat dari rasullulah saw

Yaa robbi bil-Mustofa balligh maqooshidanaa
Waghfirlanaa maamadho yaa waasi’al karomi

semoga kita bersatu dalam kemuliaan.amin
salam kenal semuanya ;)

Assalamualaikum wr. wb.
Tanpa sengaja ana menemukan blog ini dan ternyata isinya banyak menyebut-nyebut almaghfurlah Aulustadzulimam Alhabib Abdullah bin Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih, seorang ulama’ ahli hadits yang sangat kharismatik dan cerdas. Ana beruntung menjadi santri beliau di Darul Hadits Alfaqihiyyah, Malang selama kurang lebih 6 tahun. Salam untuk semua saudara dan alumni Ponpes Darul Hadits Alfaqihiyyah, Malang di mana saja berada, semoga kita semua tetap mencintai ahlulbait dan sesama, amin. Waalaikumusslam wr. wb

Kita mencintai ahlul bait sesuai dengan Hadtis rosulullah SAW.. tanpa berlebih2an memulyakan dan mensucikannya… timbangan kita tetap yaitu Rosulullah SAW, para sahabat yang mengikuti tuntunannya tabiin dan attabiin .. apalgi menganggap maha guru.. ingat rosulullah tidak suka di puji…

@jiddan
di lingkungan pesantren sebutan “maha guru” sudah biasa di dengungkan oleh para santri kepada seorang guru besar yang dicintainya. Jadi panggilan itu hanya tanda penghormatan saja bukan maksud untuk apapun

@ M.S. ALHAIDARY
Habib Abdurrahman bil Faqih mengundang kepada jamaah maulid (di Bekasi) untuk acara haul di darul hadits tgl 29 Juni 2008.
Jika ada infonya mohon di share ya, syukur-syukur bisa dapet foto-foto acaranya seperti tahun lalu :)

Assalaamu’alaikum Wr Wb
shalawat dan salam tercurah kepada sayyidul ayyam,kholifatul anbiya,habibullah yang telah dijadikan nya rahmatulli’alamin,sayyiduna muhammad SAW
juga untuk MAHA GURU Asyekh Asyayyid MUHAMMAD MUHYIDDIN AL MANAFI bin Asyekh AHMAD TOHA rahmatu’alaih
saya terlair dengan nama DUDI RISWANDI kemudian ketemu dengan MAHA GURU , mondok selama tiga tahun dan BELIAU berkenan mengganti nama saya menjadi AHMAD MAUDUD dan adapun Al Mustari ADALAH nasab saya
untuk saudara ku dimana saja… andai ada yang bertemu dengan MAHA GURU tolong sampai kan salam ta’dim saya untuk beliau
juga untuk saudara ku AHMAD ZULKIPLI di kebon jeruk (JAK-BAR), bagai mana kabar nya,lama tak bertemu….
kapan reunian di jelegong,dengar tausiah MAHA GURU dan makan nasi LIWET di atas daun pisang rame2
dan andai anda baca blog ini atau ada yang kenal dengan nama AHMAD ZULKIFLI dari kebon jeruk tolong balas coretan ini langsung ke e-mail ssaya(kangjengpangeran@yahoo.co.id)
sebagai perkenalan ,cukup sekian dari saya
dan untuk yang punya blog…makasih dan salam kenal
WASSALAM

acara haul habib abdullah bin abdulqodir bil faqih
pada hari ahad 29 juni.skitar pukul 08.00.
diadakan di jl.aries munandar.malang

mari kita bersama2 menghadiri haul yang mulia al imam al arif bilah al hafidz al kutub al habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih Al Alawi.ra di pesantren darul Hadist malang seja tabaruk kepada Wali Allah

assalamualikum….
halan ya akhi ana achmad abin abdurahman aljufrye dari palembang(alumni Darul_Hadist)
g tamat sihhhhh….

minggu kemarin ada khoul di malang
yang dihadiri oleh ketua MUI,HB.Munzir Almusawa(jakarta).

alhamdullilah berjalan baik
salam kenal semua yah

maskur
wassalamualikum

Leave a response

Your response:

Categories