
Sullamul Istiqomah, Tempat Perayaan Maulid Nabi SAW diadakan
Minggu 13 Mei 2007, perayaan maulid Nabi Muhammad SAW diadakan di ponpes Sullamul Istiqomah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang bertempat di Kaliabang Bungur kelurahan Harapan Jaya Bekasi Utara. Maulid diadakan pada pagi hari pukul 08.00 WIB.
Maulid dimulai dengan pembacaan maulid simtud duror yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan zikir,tahlil, dan tahmid yang dipimpin oleh Drs. H. Abdul Rofiq yakni salah satu tokoh masyarakat di Kaliabang Bungur.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak penyelenggara Maulid sekaligus guru besar kami yaitu pimpinan madrasah Sullamul Istiqomah : Almukarram Al Ustadz KH. Muhammad Ahyat Nur bin KH. Muhammad Nur. Beliau adalah salah satu ulama besar yang paling dihormati dan beliau juga menjadi tokoh masyarakat ditempat kami.

Suasana perayaan Maulid Nabi SAW
Setelah beliau memberikan sambutan maka acara dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi yang dibacakan oleh Drs. H. Imron Rosadi dan dilanjutkan dengan sambutan dari wakil pemerintah setempat yaitu wakil camat Harapan Jaya.

Habib Hasyim Ubaidillah bin Muhammad Al Bahar
Hikmah maulid pertama disampaikan oleh Habib Hasyim Ubaidillah bin Muhammad Al Bahar. Beliau adalah ulama asli yang berasal dan bertempat tinggal di tempat kami.
Dalam Tausiyahnya beliau memaparkan pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak sejak dini. Lebih lanjut beliau menjelaskan pada saat ini para orang tua masih takut menyekolahkan anak-anaknya ke madrasah atau ke lembaga pendidikan yang berbasis agama karena berbagai alasan seperti susah mencari pekerjaan dll.

KH. Muhammad Ahyat Nur sedang beramah tamah dengan para tamu
Padahal pendidikan agama bagi anak-anak sangat penting karena akan bermanfaat baik didunia maupun akherat. Karena dihari kiamat nanti masing-masing kita akan berada dibawah bendera Nabi SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, para tabi’in, para tabi’it tabi’in hingga sampai kepada guru-guru kita. Jika orang tidak memiliki guru/ulama untuk mengaji siapa yang mau menyelamatkan orang itu dan berada dipihak mana ia karena tidak mempunyai guru??. Itulah sebabnya beliau menambahkan bahwa kita perlu mengaji/berguru dengan para ulama bahkan memandang wajah ulama saja bisa membawa kita masuk ke surga sebab guru kita belajar dengan gurunya lalu gurunya belajar dengan gurunya lagi sampai akhirnya menyambung kepada baginda Nabi Muhammad SAW.
Namun beliau menyarankan kita agar berhati-hati memilih guru/ulama karena pada saat ini banyak orang yang mengaku atau dianggap menjadi ulama dadakan mulai dari artis, pejabat dll. Bahkan keadaan mereka bisa menyesatkan ummat karena kedangkalan ilmu mereka menyebarkan ilmu yang salah. Jadi sekali lagi hati-hati…
Hikmah maulid dilanjutkan oleh Al Ustadz Drs. KH. Toyyib Izzi dari Jakarta. Beliau lebih tegas lagi menjelaskan bahwa saat ini ada gerakan GAM (Gerakan Anti Maulid), GAT(Gerakan Anti Tahlil), GAZ (Gerakan Anti Ziarah), dan GAR (Gerakan Anti Ratib). Oleh karena itu beliau berpesan kepada kita agar berhati-hati dan perlunya usaha “memukul balik” gerakan tersebut dengan pengetahuan ilmu agama yang cukup. Lebih lanjut beliau menambahkan akibat kurangnya ilmu agama dan persatuan yang dimiliki oleh ummat Islam khususnya di Indonesia sehingga ummat Islam di Indonesia tidak bisa menjalankan syariat Islam dengan bebas dan benar. Salah satu contohnya adalah masalah khitan bagi anak perempuan yang dianggap mutilasi dan pelanggaran HAM oleh PBB sehingga dokter dan bidan di Indonesia masih takut untuk melaksanakan khitan ini karena takut akan dikenakan sanksi.

Habib Ali bin Abdullah Al kaff
Hikmah maulid yang terakhir diisi oleh ceramah dari Habib Ali Zaenal Abidin bin Abdullah Al Kaff. Beliau menjelaskan tentang rasa cinta dan kasih sayangnya Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya bahkan pada saat akan dicabut nyawanya oleh malaikat Izrail beliau menanyakan ummatnya kepada malaikat Jibril. Baru setelah malaikat Jibril mendapatkan jawaban dari Allah SWT dan menjelaskan kepada Nabi SAW maka beliau baru mengizinkan malaikat Izrail melaksanakan tugasnya.
Begitu besar cinta Nabi kepada ummatnya sampai-sampai pada hari akhir nanti beliaulah yang akan bersujud kepada Allah meminta agar ummatnya diselamatkan dari neraka. Oleh karena itu pantaskah kita nanti mengemis kepada Nabi SAW untuk meminta syafa’atnya? Apakah kita tidak malu bertemu dengan Nabi membawa segudang dosa dan meminta-minta syafa’atnya?. Habib Ali menjelaskan bahwa sudah seharusnya kita nanti pada saat bertemu dengan beliau sudah memiliki “modal” yaitu amal-amal sholeh dan membuat Nabi SAW senang dengan amal-amal kita. Jika ummat sebelum Nabi SAW saja bisa ibadah selama 500 tahun 100 tahun bahkan tanpa maksiat selama itu mengapa kita sebagai ummat Nabi Muhammad SAW tidak ingin membuat Nabi SAW senang dengan amal-amal kita?
Beliau mencontohkan Rabi’atul Adawiyyah yang dalam semalam sholatnya sebanyak 1000 rakaat. Ketika ditanya mengapa sholat sebanyak itu? Rabi’ah menjelaskan bahwa ia ibadah seperti itu bukan karena takut masuk neraka atau ingin mendapatkan pahala tetapi karena ia ingin membanggakan dan membahagiakan perasaan Nabi SAW. Sehingga ia nanti tidak malu bertemu dengan Nabi SAW malah ia ingin membuat Nabi SAW senang dan bahagia karena amal ibadahnya. Subhanallah…
Selesai memberikan hikmah maulid, acara dilanjutkan dengan doa penutup yang dibacakan oleh KH. Amin Nur LC, MA.
Beliau adalah pimpinan ponpes At-Taqwa Bekasi sekaligus putra dari alm. KH. Noer Ali yaitu tokoh ulama asli dari Bekasi yang baru saja diangkat menjadi pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia (baca : http://qomarfauzie.wordpress.com/2007/01/02/kh-noer-ali-putra-betawi-yang-menjadi-pahlawan-nasional/ ) .



Panitia membagikan nasi kebuli kepada para jamaah maulid…mmmm…
Setelah doa penutup dibacakan maulid diakhiri dengan pembagian konsumsi nasi kebuli kepada para jamaah maulid… mmmm… yummmyy



Jamaah dari berbagai penjuru berbondong-bondong menghadiri Maulid Nabi SAW
Alhamdulillah maulid berjalan dengan lancar. Bahkan jamaah yang hadir pun lebih banyak dari tahun yang lalu. Semoga maulid tahun depan lebih sukses lagi. Amin.
Posted in Cozy




