Posted by: Qomar Fauzie | August 24, 2007

Shalawat Dari Guru Mulia

Image Hosted by ImageShack.us

Dear teman-teman, ini adalah salah satu shalawat yang diajarkan oleh guru kami (alm.) KH. Ahyad Noer. Shalawat ini didapatkan dari guru beliau yaitu Al Ustadz Al Imam Al Hafidz Al Musnid Doktor Al Qutub Al Habib Abdullah bin Al Ustadz Al Imam Al Habr Al Qutub Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bil Faqih Al Alawi

Semoga kita dapat mengamalkannya…

Responses

Ass.koq shlawatnya gak keliatan??boleh dong shalawatnya?

wa’alaikum salam,
ga keliatan gimana??? blom muncul kali picturenya karena sedang loading…atau coba cek settingan di browsernya jangan-jangan picturenya di disable lagi, ubah dulu jadi enable, kalo blom muncul juga Insya Allah saya kirim lewat email kamu ya :D

ass,belum jg bisa..plz posting ke emailku…syukran..

wa’alaikum salam,
sudah saya kirimkan ke email kamu ya….

Assalamualaikum mas Qomar Fauzie. Salam Ramadhon Karim pada ustaz. Saya akhuka fil Islam, bernama Muhadir dari Malaysia Barat. Alhamdulillah dengan paparan sholawatnya. Teringin benar mengamalkannya. Apa bisa mas ijazah (melalui blog mas ni) pada saya, agar bisa bersambung amalan kepada masyaikh mas. Terima kasih banyak-banyak. Eid Mubarak, kullu aamin wa antum bikhair….

Wa’alaikum salam ya akhi, salam hangat dan rindu kepada saudara serta sahabat yang ada di malaysia.

Ya akhi aduh saya masih yang full dosa ini diminta memberi ijazah kepada antum, telah diijazahkan shalawat ini kepada akhi dan semua pembaca blog ini oleh guru kami untuk mengamalkan shalawat ini sesuai dengan yang diterima dan diajarkan oleh guru beliau.

FYI, sholawat ini di sebar luaskan kepada masyarakat umum ketika acara maulid Nabi Muhammad SAW di madrasah Sullamul Istiqomah pimpinan alm. KH. Muhammad Ahyad Nur.

Sebenarnya masih ada shalawat-shalawat yang lainnya yang kami dapatkan dari beliau. Namun hanya sholawat yang ini sajalah yang di cetak massal ketika itu untuk di bagikan kepada masyarakat.

Oleh sebab itu saya mencoba untuk menyebarluaskannya lewat blog ini. Karena saya prihatin kepada para generasi muda khususnya anak-anak kecil sudah banyak yang tidak mengenal sholawat mereka lebih kenal dan hafal lagu-lagu band (ungu,slank, nidji, dll).

Demikian, mohon maaf jika ada kesalahan
Wassalam

Assalamu alaikum akhi,

Ijinkan saya untuk mengamalkan sholawat tersebut, smoga akhi sllu diberi kekuatan iman & islam, amin ya robal a’lamin

wa’alaikum salam ya akhi,
telah diijazahkan shalawat ini kepada akhi dan semua pembaca blog ini oleh guru kami untuk mengamalkan shalawat ini sesuai dengan yang diterima dan diajarkan oleh guru beliau.

Sekedar mo share, dengan membaca shalawat ini hati saya selalu merasa tenang dan tidak mudah panik karena kalau ada masalah bawaannya lancaaar aja gitu pasti ada aja jalan keluarnya yang tidak disangka-sangka :)

mudah-mudahan bermanfaat ya…

Asalamualaykum Nak Qomar,

Dari Abi Mas’ud, ia berkata : Telah berkata Basyir bin Sa’d: Yaa Rasulullah, Allah perintahkan kami bershalawat atasmu, maka bagaimanakah cara kami bershalawat atasmu? Maka beliau s.a.w. diam sejenak, kemudian beliau bersabda : Katakanlah : Allahumma shallii ‘alaa muhammadin wa’alaa aalii Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim, wabarik ‘alaa muhammadin wa’alaa aalii Muhammad, kamaa barakta ‘alaa ibraahiim, fil ‘alamiina innaka hamiidummajiid. Dan salamlah sebagaimana kamu telah mengetahuinya.(HR. Muslim)
Tambahan dari Ibnu Khuzaimah :”……………… Bagaimana cara kami bershalawat atasmu didalam shalat kami? …………………”
Seperti kita lihat dihadits diatas, bahwa beliau diam sejenak. Diamnya beliau adalah menunggu wahyu dari Allah. Jadi,Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menentukan lafazh shalawat itu haruslah menunggu wahyu dari Allah karena hal itu merupakan ibadat. Sementara kita disini menganggap mudah saja untuk merubah-ubah lafazh shalawat sesuai kehendak hati kita, padahal belum tentu itu benar.
Masih banyak lagi hadits-hadits tentang lafazh shalawat yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk diucapkan didalam shalat dan tidak ada satupun yang menggunakan lafazh “sayyidina”.
Marilah kita mengamalkan shalawat2 yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w. agar terhindar dari perbuatan bid’ah.

wAllahu a’lam bi shawwab.

pakai kata “sayyidina” maupun tidak pakai. dua-duanya baik, dua-duanya boleh, dua-duanya bener, dua-duanya cakep. Yang kaga cakep yang ngga baca shalawat. :)

assalamu’alaikum

salam kenal mas qomar…
ijinkan juga saya mas untuk
baca sholawat ini…
dan copy di blog saya juga mas..
syukron

wassalam

wa’alaikum salam,
marhaban ya muzayyin.. :D

Leave a response

Your response:

Categories