
dari kiri : M. Nur, Syaiful, Iswadi, Hadi, Abd. Jalil, Firdaus, Affan
Senin tanggal 15 Okober 2007. Kami dan kawan-kawan alumni MTs Sullamul Istiqomah angkatan 97 mengadakan acara halal bi halal Idul Fitri 1428 H. Event ini berisi kegiatan berupa silaturrahim ke rumah para guru sebagai salah satu wujud kecintaan murid terhadap gurunya. Tradisi tersebut memang lazim diadakan setiap tahunnya oleh para santri baik yang sedang belajar maupun yang sudah lulus dari ma’had Sullamul Istiqomah.

alm. KH. Ahyad Nur bin KH. Muhammad Nur
1. Ziarah ke makam alm. Ust. KH. Muhammad Ahyad Nur bin KH. Muhammad Nur

Jika pada tahun sebelumnya kami masih dapat bersilaturrahim dan berjumpa langsung dengan guru besar sekaligus pimpinan Sullamul Istiqomah yakni Ust. KH. Muhammad Ahyad Nur maka pada tahun ini kami sangat kehilangan beliau karena beliau telah wafat.

Oleh karena itu berziarah ke makam beliau adalah hal pertama yang kami lakukan pada event kali ini. Ziarah di pimpin oleh M. Nur sedangkan doa dibacakan oleh Abdul Jalil.
2. Ust. H. Abdul Qodir, SH.

Ust. H. Abdul Qodir, SH
Selesai berziarah kami melanjutkan silaturahim ke kediaman Ust. H. Abdul Qodir, SH. Beliau adalah salah satu putra dari alm. Ust. KH. Muhammad Ahyad Nur. Beliau adalah lulusan pondok di tarim hadhramaut Yaman, setelah lulus dan kembali ke tanah air beliau kuliah lagi di universitas Jayabaya dan lulus dengan gelar sarjana hukum. Kini beliau menjadi pimpinan ma’had Sullamul Istiqomah yang menggantikan dan meneruskan perjuangan cita-cita ayahandanya.

Foto bersama Ust. H. Abdul Qodir, SH
Dalam tausiyahnya beliau banyak menceritakan tentang keberkahan negeri Yaman, yaitu sebuah negeri yang melahirkan leluhur para habaib dan dikenal dengan gudangnya para aulia. Hal tersebut terjadi karena sayyidina Abu Bakar RA pernah mendoakan negeri tersebut agar para wali lahir seperti tumbuhnya rumput. Hal lain yang diingatkan oleh beliau adalah mengenai perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini yaitu banyaknya aliran-aliran aneh yang tidak sesuai dengan aqidah ahlus sunnah wal jamaah.
Selain itu beliau juga memberi nasihat agar kita selalu menjaga akhlaq dan berhati-hati dalam ucapan maupun sikap karena siapa tahu orang yang sedang kita hadapi derajatnya lebih mulia dari kita sendiri.
3. Ust. KH. Jauhar Maknun
Acara dilanjutkan dengan silaturrahim ke rumah Ust. KH. Jauhar Maknun. Dalam tausiyahnya kali ini beliau banyak membahas tentang pentingnya istiqomah. Jika seseorang telah beristiqomah maka segala doanya akan cepat di ijabah oleh Allah SWT karena isiqomah itu lebih istimewa dari 1000 karomah.

Foto bersama Ust. KH. Jauhar Maknun
Beliau mencontohkan jika kita mengajak sahabat kita untuk mengaji di majelis lalu kita meninggal namun sahabat kita itu masih tetap mengaji maka kita akan terus mendapatkan pahalanya. Contoh lainnya ada seorang ulama yang selalu sholat di barisan tiang kedua masjid sampai akhir hayatnya. Jika ada orang lain yang sholat di bekas tempat ia sholat maka Ia akan terus mendapatkan pahala.
Sebelum acara silaturrahim selesai beliau memberikan kami “oleh-oleh” berupa ijazah yang berisi doa-doa khusus yang beliau dapatkan dari guru-guru beliau.
4. Ust. KH. Syaiful Anwar
Acara kami lanjutkan dengan menuju ke kediaman Ust. KH. Syaiful Anwar (adik dari Ust. KH. Jauhar Maknun). Kepada kami beliau memberikan ceramahnya tentang thariqah. Lebih lanjut beliau menekankan agar kami tetap mengikuti thariqah alawiyyah. Karena thariqah tersebut adalah yang paling mudah dan memiliki sanad yang jelas.

Foto bersama Ust. KH. Syaiful Anwar
Oleh karena itu dalam menuntut ilmu agama kita harus memiliki guru yang memiliki sanad yang jelas, yang sanadnya bersambung hingga ke Rasulullah SAW apalagi untuk mencari seorang mursyid yang harus kia ikuti.
5. Ust. KH. Muhajir

Ust. KH. Muhajir
Selain sebagai pimpinan yayasan Al Hidayah Wat Taqwa beliau juga menjadi guru paling senior (yang di tuakan) saat ini. Dalam tausiyahnya kali ini beliau menjelaskan bahwa manusia diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Salah satu hambatan dalam beribadah adalah masalah rizki. Namun manusia sering merasa takut dan lupa padahal Allah SWT sudah menentukan rizki kepada masing-masing makhluk-Nya.
Terakhir beliau menyarankan agar orang-orang yang memiliki kemampuan menikah untuk segera menikah janganlah terlalu berpikir yang macam-macam dan takut dengan masalah rizki karena semuanya sudah di atur oleh Allah SWT.

ga cape bang keliling terus…hehe..
Selain berlebaran ke rumah guru-guru diatas kami juga berlebaran ke rumah guru-guru lainnya seperti Ust. Syahroni, Ust. Husin, Ust. Rahmat dll. Alhamdulillah event tahun ini berjalan dengan lancar bahkan lebih khusyu, khidmat, dan berkesan dari tahun lalu. Well, see you next year Insya Allah….
