Posted by: Qomar Fauzie | March 15, 2008

The Real Super Hero

Saat ini kaum muda mulai dari kanak-kanak sampai orang dewasa memiliki idola super hero masing-masing seperti Superman, Spiderman, Power Rangers, Kapten Tsubasa, Aang (Avatar), sampai Naruto. Mereka sangat mengenal dengan idolanya itu bahkan sampai episode-episodenya sudah hafal diluar kepala.

 

Image Hosted by ImageShack.us

cool…sayang cuma kartun

Memang sah-sah saja mereka mengidolakan tokoh yang mereka anggap super hero karena tokoh tersebut seolah-olah menjadi dewa penolong untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran namun yang harus disadari adalah bahwa semua tokoh-tokoh tersebut FIKTIF alias tidak nyata a.k.a gadungan.

 

Image Hosted by ImageShack.us

Pahlawan, tapi tidak didunia nyata

Sebenarnya negeri kita memiliki banyak super hero yang bisa dijadikan new idol untuk generasi muda. Siapakah mereka? Yups, mereka adalah PAHLAWAN NASIONAL, mereka bukanlah tokoh fiktif yang diangkat dari novel atau cerita komik tapi mereka benar-benar tokoh nyata yang berjuang demi tanah air, aksi-aksi heroiknya tak kalah hebat dari film-film super hero gadungan karena mereka rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta.

 

Image Hosted by ImageShack.us
Pangeran Diponegoro, pahlawan kita

Sebagai contoh Pangeran Diponegoro dengan aksi dahsyatnya di pulau Jawa, gagah beraninya sultan Hasanuddin dari Makassar, luar biasanya perjuangan pangeran Fatahillah di Batavia, sampai tingginya dedikasi untuk bangsa yang dilakukan panglima besar Jendral Sudirman yang bergerilya melawan penjajah, dan masih banyak lagi tokoh super hero yang kita miliki seperti Pattimura, Pangeran Antasari, Tjut Nyak Dien, Teuku Umar dan lain-lain.

 

Image Hosted by ImageShack.us
Sultan Hasanudin, Ayam Jantan dari Timur

Ironisnya, jasa-jasa mereka kurang dihargai oleh bangsa ini khususnya generasi muda. Buktinya, kita bisa lihat berapa banyak orang yang kenal dan tahu sepak terjang perjuangan pahlawan nasional Indonesia? Bandingkan dengan cerita dari Spiderman, Dragon Ball, Naruto, dan lain-lain tentu generasi muda kita lebih hafal superhero gadungan tadi ketimbang tokoh pahlawan bangsanya sendiri. Padahal kontribusi mereka begitu besar karena atas jasa merekalah kita bisa menghirup udara bebas di negeri tercinta ini. Coba bayangkan seandainya masih ada penjajah di negeri ini, jangankan main game atau nonton tv mau sekolah saja susah bahkan mungkin saat ini kita masih dijadikan budak dan menjadi pekerja paksa. :(

 

Image Hosted by ImageShack.us
Jenderal Soedirman, keren nih kalau dibuat filmya

Sudah sepantasnyalah kini kita meneruskan cita-cita para pahlawan dengan cara mengisi kemerdekaan ini dengan seoptimal mungkin. Salah satunya dengan cara menghargai seseorang yang tanpa disadari telah berjasa besar dalam hidup kita yaitu GURU. Ya guru, ustadz, ulama atau apapun namanya yang penting adalah seseorang yang telah mengajari beraneka ragam ilmu sehingga kita bisa menulis, membaca, mengaji, mengenal siapa Tuhan dan Nabi kita dan lain-lain.

Di Indonesia guru sering di sebut sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Istilah ini kurang cocok menurut saya guru adalah Pahlawan dengan Jasa yang tidak terbalaskan :) . Meski jasanya besar sayang beribu sayang jasanya kurang dihargai baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Contoh dari sisi pemerintah, kita lihat berapa besar gaji yang diberikan kepada guru apakah sama dengan gaji yang diterima oleh anggota DPR? in your dream. Padahal mereka mengajar tanpa pamrih bahkan ada yang naik gunung turun gunung menyebrangi sungai demi mengajar murid-muridnya, sedangkan anggota dewan yang kerjanya diruangan mewah saja masih bisa tertidur pulas saat sidang. :P

 

Image Hosted by ImageShack.us

Anggota DPR yang tidur saat sidang tahunan MPR, Jakarta Agustus tahun 2000 (from tempointeraktif.com), ga malu pak ma pahlawan yang sudah berkorban dengan jiwa dan raga?

Contoh lainnya adalah apresiasi dari sisi masyarakat terhadap guru lebih memprihatinkan lagi, karena kini guru hanya dianggap sebagai “Pelayan Istana” yang melayani seorang murid yang menjadi “Raja” dengan pelayanan yang sebaik-baiknya tanpa ada kesalahan sedikitpun. Jika Raja itu tersakiti maka siap-siap saja sang guru akan di jebloskan ke dalam penjara. Karena zaman sekarang para orang tua murid bisa memiliki kekuasaan penuh dan mendikte sang guru dalam mengajarkan para anak didiknya. Padahal seharusnya jika orang tua menitipkan anaknya kepada guru layaknya seseorang yang memberikan bongkahan kayu yang belum diolah kepada tukang kayu. Ia diberikan keleluasaan penuh dalam mengolah kayu itu untuk di potong, digergaji, dipaku dan seterusnya yang penting hasil akhirnya bagus dan bermanfaat seperti menjadi kursi, lemari, meja dan lain-lain.

So, ternyata tanpa disadari GURU adalah pahlawan yang paling berada dekat dengan kita yang bisa kita jadikan new idol, new super hero,I mean the real super hero. Sosok pahlawan yang dapat kita aplikasikan atas ilmu yang telah diberikannya ke dalam kehidupan nyata agar bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar dan bermartabat. Last but not least…who’s your new idol now?


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Responses

Ane aja banyak yg ga kenal ma pahlawan kita,ape lagi anak2 kecil sekarang.

Assalamualaikum, bagus artikel saudara ini. Ya, memang ramai yg menjadikan kartun, artis, tokoh dunia & sebagainya, sebagai hero mereka.

Sepatutnya yang mereka jadikan hero ialah tokoh Islam, ulama, orang2 soleh, tokoh yang telah berjasa seperti tokoh bangsa sendiri & pahlawan bangsa dan sebagainya.

Dengan ini, saya menjemput saudara utk mengunjungi, http://tamanulama.blogspot.com & http://tamanhabaib.blogspot.com

wa’alaikum salam ya akhi, terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.

Masya Allah blog antum bagus juga ternyata, mohon izin tuk copy artikelnya yach :)

wassalam

Silakan copy artikelnya saudara. Terima kasih.

Silakan copy artikelnya saudara. Terima kasih.

Leave a response

Your response:

Categories